Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengakhiri masa jabatannya sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia. Posisinya digantikan oleh Suahasil Nazara dalam pelantikan yang dilakukan Presiden Prabowo pada Senin (14/9/2026). Meski begitu, nama Purbaya tetap melekat di ingatan publik, terutama karena gaya bicaranya yang lugas dan apa adanya.

Di balik kesuksesannya, ada seorang perempuan yang setia mendampingi: Ida Yulidina. Mereka menikah pada 1999 dan telah dikaruniai dua putra, Yuda Purboyo Sunu dan Yudo Achilles Sadewa. Sosok Ida sendiri jarang tersorot, namun kisahnya menarik untuk disimak.

Sosok Pendamping Setia

Ida Yulidina bukanlah perempuan biasa. Ia adalah lulusan Fakultas Hukum Universitas Padjajaran yang memilih fokus mengurus keluarga. Meski begitu, ia dikenal sebagai istri yang suportif. Bahkan, saat Purbaya memutuskan pindah dari Danareksa ke Kantor Staf Presiden (KSP), Ida sempat 'protes' karena gaji suaminya turun drastis. "Saya keluar dari Danareksa, pindah ke KSP. Ini kan BUMN, ini kan pegawai negeri, gaji turun jadi sepersepuluhnya," kenang Purbaya seperti dikutip dari detikcom.

Meski awalnya keberatan, Ida tetap setia mendampingi. Ia memahami panggilan pengabdian sang suami untuk negara. Sikapnya ini menunjukkan bahwa di balik pria hebat, ada perempuan tangguh yang mendukung.

Dari Dunia Modeling ke Pelaminan

Siapa sangka, sebelum menjadi istri menteri, Ida Yulidina adalah seorang model. Ia memulai karier di dunia modeling lewat ajang Wajah Femina 1989 dan berhasil keluar sebagai juara pertama. Wajahnya pun sering menghiasi sampul majalah ternama. Namun, setelah menikah dengan Purbaya, Ida memilih pensiun dari dunia glamor dan mengabdikan diri untuk keluarga.

Keputusannya ini bukan tanpa alasan. Ia ingin fokus mendampingi suami dan mendidik anak-anak. Meski begitu, Ida tetap aktif dalam berbagai kegiatan sosial, meski jarang terekspos.

Gaya Hidup Sederhana

Meski suaminya menjabat menteri, Ida Yulidina dikenal sederhana. Ia tak segan menggunakan transportasi umum untuk bepergian. Hal ini menunjukkan bahwa kemewahan bukanlah prioritas baginya. Ia lebih memilih hidup membumi dan dekat dengan masyarakat.

Kesederhanaan Ida ini pun menjadi inspirasi bagi banyak perempuan, terutama para ibu. Di tengah gemerlapnya kehidupan, tetap rendah hati adalah kunci kebahagiaan sejati.

Pelajaran Berharga dari Ida Yulidina

  • Dukungan tanpa syarat: Ida selalu mendukung karier suami, meski harus melewati masa sulit.
  • Prioritas keluarga: Ia rela meninggalkan karier modeling demi keluarga.
  • Hidup sederhana: Gaya hidupnya tidak terpengaruh jabatan suami.
  • Pendidikan tinggi: Ia lulusan hukum dari universitas ternama.
  • Setia dan tangguh: Menjadi istri menteri bukan hal mudah, tapi ia mampu menjalaninya dengan baik.

Kisah Ida Yulidina mengajarkan kita bahwa peran seorang istri sangatlah penting dalam kesuksesan suami. Dukungan, pengertian, dan kesederhanaan adalah kunci keluarga harmonis. Semoga menginspirasi, Bunda!