Konflik rumah tangga Sarwendah dan Ruben Onsu kini memasuki babak baru. Ruben resmi melayangkan gugatan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, dan publik pun menanti respons dari pihak Sarwendah. Kini, akhirnya suara itu terdengar.

Lewat kuasa hukumnya, Abraham Simon, Sarwendah memilih untuk tidak terbawa emosi. Mereka justru menyambut gugatan tersebut sebagai langkah yang lebih baik dibandingkan saling serang di media sosial. Menurut Abraham, menyelesaikan masalah di pengadilan adalah cara yang lebih dewasa dan terhormat.

“Kami menanggapi hal tersebut dengan positif. Karena seperti yang kami sampaikan juga sebelumnya bahwa memang kami menghimbau untuk mari kita sama-sama menjaga ruang digital yang kondusif. Demi siapa? Demi anak-anak,” ujar Abraham saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan.

Ia menekankan bahwa kesehatan mental anak-anak adalah prioritas utama. Kegaduhan di dunia maya, menurutnya, hanya akan merugikan perkembangan psikologis mereka. Oleh karena itu, pihak Sarwendah mendukung agar setiap tuntutan hukum disalurkan melalui forum resmi, bukan lewat pemberitaan yang bombastis.

“Apabila memang ada hak Ruben untuk menggugat, silakan diajukan kepada pengadilan, kepada forum yang tepat. Bukan dengan gembar-gembor di media yang kemudian dampaknya akan kepada anak-anak. Maka dengan masuknya gugatan ini, kami menanggapi positif,” tambahnya.

Menariknya, dalam gugatan tersebut dikabarkan turut mencantumkan nama ketiga anak mereka, termasuk Betrand Peto. Namun saat ditanya lebih lanjut, Abraham Simon memilih untuk tidak memberikan komentar detail. Ia hanya mengatakan bahwa hal itu akan dibahas di persidangan nanti.

“Iya, itu nanti kita bahas di persidangan lah, pokok perkara lah,” pungkasnya singkat.

Keputusan untuk membawa masalah rumah tangga ke ranah hukum memang bukan hal mudah. Namun, dengan sikap saling menghormati dan fokus pada kepentingan anak, diharapkan proses ini bisa berjalan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi semua pihak.