Kabar mengenai anak-anak Sarwendah yang disebut menjadi korban perundungan terus bergulir. Kini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, memberikan tanggapannya. Ia mempertanyakan tuduhan yang selama ini mengarah pada kliennya sebagai pemicu utama masalah tersebut.
Klarifikasi Pihak Ruben Onsu
Minola Sebayang menilai, anggapan bahwa Ruben menjadi biang keladi perundungan terhadap anak-anaknya tidak tepat. Menurutnya, perundungan bisa dipicu oleh banyak hal, bukan hanya dari pemberitaan yang melibatkan Ruben. Ia menyayangkan publik yang seolah hanya menyoroti pihak Ruben tanpa melihat faktor lainnya.
"Kalau memang anak-anak di-bully, seharusnya kejadiannya sudah ada sejak konferensi pers pertama yang menyebut Ruben tidak memberi nafkah. Saat itu kami tidak banyak bicara," ujar Minola. Ia menambahkan, kekhawatiran justru muncul karena perhatian publik terlalu fokus pada satu sisi.
Harapan Ruben untuk Bertemu Anak
Minola kembali menegaskan keinginan Ruben untuk bisa bertemu dan menghabiskan waktu bersama ketiga buah hatinya tanpa pengawasan. Ia menekankan bahwa Ruben adalah ayah kandung yang berhak bertemu anak-anaknya. "Seperti yang Ruben katakan, berikan anak-anak bersama dia secara bebas tanpa pengawasan. Ibunya pun tak perlu ikut campur," tegasnya.
Minola menduga ada kekhawatiran dari pihak Sarwendah jika anak-anak bertemu Ruben tanpa pendamping. Kekhawatiran tersebut mungkin muncul karena anak-anak bisa saja spontan bercerita kepada ayahnya. "Mungkin anak-anak ini kalau ketemu tanpa ada orang lain, bisa keceplosan ngomong. Mungkin ini yang dijaga dan ditakutkan," ungkapnya.
Momen Melayat dan Pertanyaan Anak
Minola juga menyinggung pengalaman Ruben saat melayat ke rumah duka orang tua Sarwendah. Keesokan harinya, saat mengantar anak-anak ke sekolah, Ruben mendengar pertanyaan menohok dari buah hatinya. "Ruben sempat bercerita, anaknya bertanya, 'Kemarin ayah datang pencitraan ya?'," beber Minola.
Dari peristiwa itu, Minola menduga pihak Sarwendah khawatir akan muncul percakapan serupa jika anak-anak bertemu Ruben tanpa pengawasan. "Mungkin ini salah satu kekhawatiran kalau anak-anak ketemu tanpa kehadiran dia, anaknya bisa ceplos dan bertanya langsung. Jadi akhirnya takut. Mungkin saja," pungkasnya.
Hingga kini, baik Ruben maupun Sarwendah masih terus berusaha menemukan titik temu terbaik demi kepentingan anak-anak mereka.