Bunda, pernah merasa tubuh terlalu kurus atau sulit menambah berat badan meski sudah makan banyak? Atau mungkin baru pulih dari sakit dan butuh asupan ekstra? Diet TKTP bisa jadi jawabannya. Diet ini dirancang khusus untuk memberikan kalori dan protein lebih banyak dari kebutuhan harian biasa, sehingga membantu menaikkan berat badan secara sehat dan memperkuat tubuh.

Apa Itu Diet TKTP?

TKTP adalah singkatan dari Tinggi Kalori Tinggi Protein. Diet ini bukan untuk menurunkan berat badan, melainkan untuk mengatasi kondisi seperti penurunan berat badan drastis, kekurangan gizi, atau masa pemulihan setelah operasi. Sebuah studi di Journal of Nutrition in Gerontology and Geriatrics tahun 2020 bahkan menunjukkan bahwa diet ini efektif meningkatkan berat badan pada pasien perawatan jangka panjang.

Seperti dikatakan ahli diet Kierra Brown, diet ini dianjurkan ketika seseorang tidak cukup makan untuk mempertahankan berat badan atau mengalami penurunan berat badan yang tidak diinginkan. Intinya, asupan kalori dan protein dibuat lebih tinggi dari menu harian biasa.

Panduan Menjalani Diet TKTP

Pola makan TKTP tetap mengacu pada makanan bergizi seimbang, hanya saja dengan porsi kalori dan protein yang lebih besar. Berikut panduannya:

  • Konsumsi makanan dari semua kelompok, terutama yang tinggi kalori dan protein serta mudah dicerna.
  • Perbanyak sayur dan buah kaya vitamin serta mineral.
  • Makan lebih sering dalam porsi kecil, idealnya 3 kali makan berat dan 3 kali camilan (total 6 kali sehari).
  • Jangan lewatkan waktu makan dan usahakan makan di jam yang sama setiap hari.
  • Tingkatkan cita rasa makanan dengan berbagai bumbu agar lebih nikmat.
  • Olah makanan dengan cara digoreng, dipanggang, atau ditumis—tidak hanya direbus—supaya lebih mengundang selera.

Selain menu, gaya hidup juga penting. Pastikan Bunda cukup olahraga (tidak berlebihan), tidur sekitar 8 jam, dan kelola stres dengan baik.

Makanan yang Wajib Ada dalam Diet TKTP

Berikut daftar makanan yang disarankan untuk dikonsumsi:

  • Yogurt, keju, dan susu murni atau susu kedelai
  • Telur utuh
  • Daging sapi atau ayam
  • Ikan berlemak seperti salmon
  • Tahu dan kacang-kacangan
  • Minyak zaitun
  • Selai kacang
  • Buah-buahan seperti alpukat dan buah kering
  • Roti gandum utuh, granola, quinoa, havermut
  • Kentang atau ubi jalar
  • Sayuran hijau
  • Bubuk protein atau minuman protein tinggi kalori
  • Milkshake atau smoothie protein buatan sendiri

Contoh Menu Harian Diet TKTP

Supaya lebih kebayang, ini contoh menu dalam sehari:

  • Sarapan: 1 cangkir sereal + 1 cangkir susu murni + 1 buah + 8 ons jus
  • Makan siang: 4 ons dada ayam + 1 lembar roti gandum utuh + ½ alpukat + 2 lembar tomat + 1 cangkir susu murni
  • Makan malam: 4 ons salmon panggang + 1 cangkir nasi merah + 1 cangkir sayuran matang

Jangan lupa tambahkan camilan di antara waktu makan, seperti yogurt, kacang, atau smoothie.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Meski terdengar menggiurkan, diet TKTP bukan tanpa aturan. Hindari makanan terlalu manis, gurih, dan berlemak tinggi seperti permen, kue, atau gorengan berlebihan, terutama dekat waktu makan utama. Yang terpenting, konsultasikan dulu dengan dokter sebelum memulai, apalagi jika Bunda dalam masa pemulihan atau memiliki kondisi medis tertentu.

Diet TKTP bisa menjadi solusi sehat untuk mencapai berat badan ideal tanpa harus kelaparan. Kuncinya adalah konsisten dan tetap memperhatikan kebutuhan tubuh. Semoga bermanfaat!