Banyak dari kita mengira sudah makan cukup, tapi tetap merasa lelah dan mudah marah tanpa sebab. Padahal, tubuh punya cara sendiri untuk memberi tahu bahwa asupan makanannya belum cukup. Sinyal-sinyal ini sering kali muncul jauh sebelum kita menyadari bahwa pola makan kita bermasalah.
Lelah yang Tak Kunjung Hilang
Salah satu tanda paling umum dari kurang makan adalah rasa lelah yang berkepanjangan. Tubuh butuh kalori untuk menghasilkan energi, dan ketika asupan kalori berkurang, metabolisme ikut melambat. Gula darah menurun, membuat tubuh lemas dan sulit fokus.
Menurut ahli gizi McKel Kooienga, tubuh yang kekurangan asupan makanan tidak bisa memberi bahan bakar yang cukup untuk beraktivitas, sehingga kita merasa lesu dan lamban. Selain kalori, kekurangan zat besi dan vitamin B juga bisa membuat energi kita terkuras.
Rambut Rontok Berlebihan
Jika kamu mulai menemukan banyak rambut di sisir atau lantai kamar mandi, bisa jadi itu pertanda tubuhmu kekurangan nutrisi. Saat asupan kalori dan nutrisi tidak mencukupi, tubuh akan memprioritaskan organ vital seperti jantung dan otak, daripada rambut, kulit, dan kuku. Sebuah penelitian tahun 2013 menunjukkan bahwa kekurangan protein, mineral, dan vitamin dapat menyebabkan rambut rontok serta perubahan warna dan tekstur rambut.
Sering Sakit dan Masalah Kulit
Kekurangan energi dan nutrisi membuat sistem imun melemah, sehingga kamu jadi lebih mudah terserang penyakit. Kulit juga bisa menjadi kering, bersisik, atau mudah robek. Riset menemukan bahwa malnutrisi berkaitan dengan masalah kulit seperti skin tears, tanpa memandang usia atau berat badan.
Gangguan Hormon dan Siklus Menstruasi
Pada perempuan, kurang makan bisa mengganggu siklus menstruasi. Amenorea, atau tidak menstruasi selama lebih dari tiga bulan, adalah efek umum dari kekurangan kalori. Sebuah tinjauan tahun 2022 mengungkapkan bahwa makan terlalu sedikit bisa mengganggu sinyal hormon di otak, yang akhirnya menurunkan hormon reproduksi dan mengganggu fungsi reproduksi.
Mood dan Konsentrasi yang Terganggu
Kekurangan gizi kronis juga berdampak pada suasana hati. Perubahan hormon stres karena lapar bisa membuatmu lebih sensitif, mudah tersinggung, dan sulit berpikir jernih. Otak yang kekurangan nutrisi juga bisa memicu brain fog, membuatmu sulit fokus dan mengingat.
Sinyal Lain yang Perlu Diwaspadai
Rasa lapar tidak selalu datang sebagai perut keroncongan. Bisa jadi kamu terus memikirkan makanan di tengah rapat, atau tiba-tiba merasa pusing dan lelah. Beberapa orang merasakan gejala pencernaan seperti perut kosong, refluks asam, atau mual.
Jika kamu punya riwayat membatasi makanan, tubuhmu mungkin kehilangan kepekaan terhadap sinyal lapar dan kenyang. Ini sering terjadi pada orang yang sedang dalam proses pemulihan gangguan makan.
Penting untuk diingat, jika kamu merasa terus-menerus terobsesi dengan makanan atau berat badan, merasa bersalah setelah makan, atau menjalani diet yang sangat ketat, itu bisa menjadi tanda hubungan yang tidak sehat dengan makanan. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.
Mengatasi kebiasaan kurang makan yang sudah berlangsung lama memang tidak mudah. Membangun pola makan yang sehat dan memulihkan dampaknya biasanya membutuhkan bimbingan dari terapis dan ahli gizi.
Kurang makan sering tidak terlihat jelas, dan baru disadari ketika gejala-gejalanya sudah menumpuk. Jika kamu mengenali beberapa tanda di atas pada dirimu, sebaiknya bicarakan dengan tenaga kesehatan untuk evaluasi lebih lanjut. Jangan mencoba menanganinya sendiri tanpa pendampingan yang tepat.