Susu menjadi salah satu sumber kalsium dan protein andalan untuk keluarga. Namun, saat berdiri di depan rak susu, banyak ibu bertanya-tanya: apakah susu full cream lebih membahayakan jantung dibandingkan susu skim? Pertanyaan ini makin hangat setelah pedoman gizi di Amerika Serikat tahun 2025 justru memasukkan susu full cream sebagai bagian dari pola makan sehat.

Perbedaan Lemak dan Kalori

Perbedaan utama keduanya terletak pada kandungan lemak dan kalori. Dalam satu cangkir, susu full cream mengandung sekitar 5 gram lemak jenuh, sedangkan susu skim hampir tidak ada. Kalorinya pun berbeda: full cream sekitar 149 kalori, sedangkan skim hanya 91 kalori. Selisih 58 kalori ini bisa berarti besar jika Anda minum susu beberapa kali sehari.

Lemak Jenuh dan Kesehatan Jantung

Lemak jenuh memang sering dikaitkan dengan peningkatan kolesterol jahat (LDL) yang berisiko penyakit jantung. Namun, penelitian terbaru menunjukkan hubungan lemak susu dengan kesehatan jantung tidak sesederhana itu. Produk susu, baik rendah maupun tinggi lemak, tidak secara konsisten meningkatkan risiko kardiovaskular. Bahkan, ahli diet Caroline West Passerrello menyatakan bahwa dampak lemak dari susu, yoghurt, dan keju berbeda dengan lemak jenuh dari mentega atau daging berlemak.

Nutrisi Lain Hampir Sama

Terlepas dari perbedaan lemak, kandungan gizi lain pada susu full cream dan skim relatif mirip. Keduanya menyediakan sekitar 300 mg kalsium dan 8 gram protein per cangkir. Jadi, Anda tetap mendapatkan manfaat utama susu, seperti protein, kalsium, fosfor, dan vitamin, tanpa harus khawatir kehilangan nutrisi penting.

Jadi, Pilih yang Mana?

Pada akhirnya, pilihan susu sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan kalori dan pola makan secara keseluruhan. Jika Anda aktif dan membutuhkan lebih banyak energi, susu full cream bisa jadi pilihan praktis. Sebaliknya, jika sedang membatasi kalori, susu skim atau rendah lemak bisa menjadi alternatif tanpa mengorbankan nutrisi.

Yang terpenting, jangan melihat satu jenis makanan sebagai baik atau buruk secara mutlak. Kualitas pola makan secara keseluruhan jauh lebih berpengaruh terhadap kesehatan jantung. Anda bisa mengganti lemak jenuh dari susu tinggi lemak dengan lemak tak jenuh dari minyak zaitun, ikan, alpukat, atau biji labu. Dengan begitu, konsumsi susu tetap bisa dinikmati sebagai bagian dari menu harian yang seimbang.