Menjalani program bayi tabung atau IVF bukanlah perjalanan yang mudah, baik secara fisik, emosional, maupun finansial. Tak heran, banyak pasangan rela melakukan apa pun demi meraih satu garis positif. Di sinilah peran IVF add-ons atau prosedur tambahan mulai ditawarkan—mulai dari akupunktur, tes genetik, hingga infus lemak. Tapi, seberapa efektifkah langkah-langkah ini?

Apa Itu IVF Add-Ons?

IVF add-ons adalah prosedur, pemeriksaan, atau terapi yang diberikan di luar tahapan standar IVF. Tujuannya jelas: meningkatkan peluang implantasi embrio, mencegah keguguran, dan akhirnya mewujudkan kehamilan. Namun, karena biayanya ekstra dan belum tentu terbukti secara ilmiah, penting bagi kita untuk cermat sebelum memutuskan.

Hasil Penelitian Terbaru: Hanya 3 dari 10 yang Berpotensi

Sebuah tinjauan sistematis yang dipublikasikan di jurnal The Lancet Obstetrics, Gynaecology & Women's Health pada Juni lalu mengungkap fakta mengejutkan. Dari 10 jenis IVF add-ons yang umum digunakan, hanya tiga yang menunjukkan potensi manfaat—itu pun dengan bukti yang tidak terlalu kuat. Penelitian ini menganalisis 157 uji klinis acak, lalu menyaringnya menjadi 85 studi berkualitas tinggi.

Tujuh prosedur lainnya belum terbukti efektif meningkatkan keberhasilan IVF. Artinya, pasien mungkin mengeluarkan biaya besar untuk sesuatu yang belum tentu membantu. Dokter Sarah Lensen dari Universitas Melbourne, sang peneliti utama, mengingatkan bahwa banyak informasi menyesatkan beredar di situs klinik dan media sosial, yang kerap melebih-lebihkan manfaat tanpa menyertakan keterbatasan bukti ilmiah.

Daftar IVF Add-Ons yang Belum Terbukti Efektif

  • Akupunktur: menusuk jarum di titik tubuh tertentu.
  • Kortikosteroid: obat antiradang yang menekan sistem imun.
  • Pemeriksaan reseptivitas endometrium (ERA): biopsi rahim untuk melihat pola gen.
  • Infus intralipid: cairan lemak yang disuntikkan ke pembuluh darah.
  • Injeksi plasma kaya trombosit ke ovarium atau rahim.
  • Skrining genetik pra-implantasi untuk aneuploidi (PGT-A): mengecek jumlah kromosom embrio.

Bukan berarti prosedur di atas tidak berguna sama sekali. Hanya saja, bukti yang ada saat ini belum cukup kuat untuk merekomendasikannya secara rutin pada semua pasien. Setiap kasus tetap perlu dievaluasi secara individual oleh dokter.

Tiga Prosedur yang Menunjukkan Harapan

Meski buktinya masih lemah, tiga prosedur berikut layak didiskusikan dengan dokter Anda:

  • EmbryoGlue: Media transfer embrio yang mengandung asam hialuronat. Beberapa studi menunjukkan peningkatan peluang kehamilan dan kelahiran hidup, meski efeknya tidak terlalu kuat.
  • Endometrial scratching: Goresan ringan pada lapisan rahim sebelum transfer embrio. Prosedur ini mungkin membantu implantasi, tapi penelitian lebih besar masih diperlukan.
  • PICSI: Teknik memilih sperma matang berdasarkan kemampuannya berikatan dengan asam hialuronat. Metode ini berpotensi menurunkan risiko keguguran.

Apa yang Harus Dilakukan Pasien?

Temuan ini bukan berarti Anda harus menolak semua add-ons. Kuncinya adalah komunikasi terbuka dengan dokter. Tanyakan bukti ilmiah di balik setiap prosedur, seberapa besar peningkatan peluangnya, dan apakah biayanya sepadan. Jangan ragu untuk meminta pendapat kedua jika ragu.

Ingat, tidak ada jaminan 100% dalam program IVF. Yang terpenting adalah membuat keputusan berdasarkan informasi yang akurat, bukan sekadar janji manis. Semoga perjalanan Anda menuju buah hati segera terwujud!