Kehamilan bukan berarti harus menghentikan semua aktivitas, termasuk bepergian. Apalagi bagi seorang second lady yang memiliki segudang kesibukan, terbang jarak jauh mungkin jadi kebutuhan. Tapi, apakah aman bagi ibu hamil 8 bulan? Menurut CDC dan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), ibu hamil dengan kehamilan sehat sebenarnya masih bisa terbang dengan aman, asalkan sudah mendapat izin dari dokter dan melakukan persiapan ekstra.

Risiko di Usia Kehamilan 8 Bulan

Meski secara umum aman, usia kehamilan 8 bulan punya risiko lebih tinggi dibanding trimester kedua. Risiko persalinan prematur mulai meningkat, dan ketidaknyamanan fisik seperti pembengkakan kaki, kelelahan, hingga risiko deep vein thrombosis (DVT) bisa lebih besar. Itu sebabnya, konsultasi dengan dokter kandungan sangat penting sebelum memutuskan terbang.

Tips Aman Terbang saat Hamil Tua

Kalau Bunda harus terbang di trimester akhir, ikuti tips berikut agar perjalanan tetap nyaman dan aman:

  • Konsultasi ke dokter dan minta surat keterangan medis jika diperlukan maskapai.
  • Pilih kursi lorong agar mudah ke toilet dan bisa sering bergerak.
  • Kenakan stoking kompresi untuk mencegah pembengkakan dan DVT.
  • Bangun dan berjalan setiap 30-45 menit, serta lakukan peregangan pergelangan kaki.
  • Minum banyak air putih agar tidak dehidrasi karena kabin pesawat cenderung kering.
  • Hindari makanan yang bikin kembung seperti kacang-kacangan, brokoli, atau minuman bersoda.
  • Kencangkan sabuk pengaman di bawah perut, bukan di atasnya.
  • Bawa camilan sehat seperti buah, biskuit gandum, atau selai kacang untuk jaga energi.

Pada dasarnya, perjalanan udara saat hamil 8 bulan bisa dilakukan selama kondisi Bunda sehat dan risiko rendah. Namun, selalu utamakan keselamatan dengan berkonsultasi pada dokter dan mempersiapkan perjalanan dengan matang. Selamat bepergian, Bunda!