Kisah tragis menimpa seorang ibu hamil 7 bulan di Jabalpur, India. Mamta Kushwaha dilaporkan meninggal setelah terpaksa berjalan kaki hampir satu kilometer karena jalan menuju ke rumahnya rusak parah. Tidak ada kendaraan yang berani melintas di daerah tersebut.

Kronologi Kejadian

Saat itu, Mamta sudah mengalami kontraksi persalinan. Karena tidak ada transportasi, seorang petugas kesehatan mengantarnya berjalan kaki ke jalan utama. Dari sana, ia dibawa ke rumah sakit menggunakan becak motor sewaan. Namun, kondisinya memburuk dengan sesak napas hebat. Ia dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar dan dirawat dengan ventilator, namun nyawanya dan bayinya tidak tertolong.

Penyelidikan Dilakukan

Petugas kesehatan menyebutkan Mamta telah melakukan pemeriksaan kehamilan dua kali. Namun pendaftaran kehamilannya tertunda karena ia berada di luar kota. Publik pun menyoroti protokol darurat. Kepala petugas medis mengatakan penyelidikan sedang dilakukan untuk mengecek kemungkinan kelalaian.

Kenapa Kontraksi di Usia 7 Bulan Berbahaya?

Kontraksi di usia kehamilan 7 bulan bisa menandakan persalinan prematur. Bayi prematur berisiko mengalami komplikasi seperti gangguan pernapasan dan berat badan lahir rendah. Penanganan cepat sangat penting untuk menyelamatkan ibu dan bayi. Istirahat total, cairan infus, dan obat penunda persalinan biasanya diberikan. Jika tidak berhasil, obat untuk mematangkan paru-paru janin bisa diberikan.

Tanda-Tanda Persalinan Prematur yang Perlu Diwaspadai

  • Kontraksi 4 kali atau lebih dalam satu jam, tidak hilang meski mengubah posisi
  • Nyeri punggung bawah yang hilang timbul
  • Kram perut bagian bawah seperti perut kembung
  • Tekanan di panggul atau vagina
  • Kram seperti menstruasi terus-menerus
  • Peningkatan keputihan atau lendir bercampur darah
  • Keluarnya cairan dari vagina (waspadai air ketuban)
  • Perdarahan vagina
  • Mual dan muntah seperti flu
  • Penurunan gerakan janin

Jika gejala tidak hilang dalam satu jam atau terasa parah, segera periksakan diri ke dokter. Tragedi ini mengingatkan kita agar selalu waspada dan memastikan akses darurat yang memadai bagi ibu hamil.

Reporter: Maya Handayani