Seorang ibu bernama Tayah Ettienne, penyanyi asal London, membagikan momen dirinya menyusui putrinya yang berusia 16 bulan, Aaliyana, di sebuah festival musik. Video yang diunggah ke TikTok itu langsung viral dan ditonton lebih dari 700.000 kali. Namun, bukan pujian yang ia dapat, melainkan kecaman dari sebagian netizen.

Momen Menyusui Sambil Menari

Ettienne mengaku sangat menikmati festival tersebut karena ini adalah pertama kalinya ia keluar rumah sejak melahirkan. Ia menggendong Aaliyana sambil menari di tenda dansa, dan tiba-tiba sang bayi menunduk dan menyusu. Ettienne pun terus menari sambil menyusui, dan Aaliyana tertawa bahagia.

"Tidak ada yang aneh dari siapa pun. Semua orang di sana benar-benar normal dan tidak mempermasalahkan seorang ibu yang menyusui," ujar Ettienne seperti dikutip dari People.

Komentar Negatif Bermunculan

Sayangnya, setelah video tersebar luas, komentar negatif mulai bermunculan. Banyak netizen yang menilai bahwa menyusui di festival musik adalah tindakan yang tidak pantas. "Hentikan waktu, itu salah," tulis seorang pengguna. Ettienne mengaku terkejut dengan reaksi tersebut. Ia merasa bahwa menyusui adalah hal alami, dan sebagai ibu, ia tetap berhak menikmati hidup.

"Saya belum pernah keluar sejak melahirkan. Ini adalah festival pribadi, hanya untuk undangan. Kebanyakan orang saling mengenal," jelasnya.

Dukungan untuk Ibu Menyusui

Di tengah kritik, Ettienne juga mendapat banyak dukungan. Seorang netizen menulis, "Selalu ada yang bilang 'jangan kehilangan jati diri dalam menjadi ibu' sampai kamu benar-benar menjalani hidupmu. Jangan dengarkan komentar-komentar ini, Nak, kamu melakukan hal yang luar biasa."

Menurut WHO, menyusui dianjurkan hingga usia 2 tahun atau lebih. Menyusui di ruang publik sebenarnya dilindungi undang-undang di banyak negara, termasuk Indonesia. Namun, stigma sosial masih kerap membuat ibu merasa tidak nyaman.

Kasus ini kembali mengingatkan bahwa menyusui adalah hak ibu dan bayi, dan dukungan lingkungan sangat penting agar proses menyusui berjalan lancar tanpa tekanan.

Reporter: Mutiara Salimah