Daun cabai yang keriting sering membuat kita bertanya-tanya, ada apa sebenarnya? Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari serangan hama kecil, infeksi virus, hingga cara perawatan yang kurang tepat. Kuncinya adalah mengenali penyebabnya sejak dini, lalu mengambil tindakan yang sesuai.

1. Kenali Hama Pengisap yang Jadi Biang Kerok

Sebagian besar kasus daun cabai menggulung berasal dari serangga mungil yang mengisap cairan daun muda. Thrips, tungau, kutu daun, dan kutu kebul adalah tersangka utamanya. Mereka tidak hanya membuat daun keriting, tetapi juga meninggalkan cairan lengket yang bisa memicu jamur.

Untuk mengatasinya, Bunda bisa mencoba beberapa cara alami berikut:

  • Semprot air bertekanan: Lakukan di pagi hari selama tiga hari berturut-turut untuk merontokkan hama.
  • Gunakan minyak nimba atau sabun insektisida: Semprot merata ke bagian atas dan bawah daun, sebaiknya saat suhu tidak terlalu panas.
  • Pasang perangkap likat kuning: Warna kuning menarik thrips dan kutu kebul, lalu mereka akan menempel pada lem.
  • Manfaatkan musuh alami: Kepik, larva lacewing, dan tungau predator bisa membantu menekan populasi hama.
  • Pestisida bijak: Jika serangan parah, gunakan insektisida sistemik seperti imidakloprid dengan interval 7-10 hari. Untuk tungau, gunakan akarisida karena insektisida biasa tidak efektif.

2. Virus? Harus Tegas Memutus Rantai Penularan

Jika daun keriting disertai belang kuning, urat menebal, dan tanaman kerdil, kemungkinan besar penyebabnya adalah virus. Virus tidak bisa disembuhkan, jadi fokus utama adalah mencegah penyebarannya.

  • Cabut dan musnahkan tanaman sakit: Jangan dijadikan kompos, bakar atau buang jauh dari lahan.
  • Kendalikan serangga vektor: Kutu daun dan thrips adalah pembawa virus, jadi kendalikan populasinya secara agresif.
  • Sterilkan alat berkebun: Bersihkan gunting dengan larutan pemutih 10% atau alkohol 70% setiap kali berpindah tanaman.
  • Tanam varietas tahan: Pilih benih yang tahan virus dan ambil benih hanya dari tanaman sehat.
  • Lindungi persemaian: Gunakan jaring dan tanam jagung atau sorgum sebagai penghalang alami.
  • Cuci tangan setelah memegang tembakau: Virus mosaik tembakau bisa menular, jadi selalu cuci tangan sebelum menyentuh tanaman cabai.

3. Perbaiki Lingkungan dan Nutrisi

Tidak semua daun keriting disebabkan hama atau virus. Penyiraman, cuaca, dan nutrisi juga berperan besar. Arah gulungan daun bisa menjadi petunjuk: melengkung ke atas saat siang panas berbeda dengan menggulung ke bawah disertai tepi menguning.

  • Atur penyiraman: Siram dalam-dalam hingga air keluar dari lubang drainase, lalu biarkan permukaan media mengering sebelum menyiram lagi.
  • Hindari genangan: Kelebihan air membuat akar busuk dan tidak bisa menyerap air meski tanah basah. Perbaiki drainase dan hentikan penyiraman sementara.
  • Lindungi dari panas ekstrem: Pada hari terik, daun mencekung untuk melindungi diri. Berikan naungan sementara atau pindahkan ke tempat yang lebih sejuk.

Dengan mengenali penyebab dan bertindak cepat, tanaman cabai Bunda bisa pulih dan kembali berbuah lebat. Selamat mencoba!

Reporter: Salsabila Wahyudi