Kehamilan dan persalinan memang momen yang penuh haru, tetapi tidak selalu berjalan mulus. Serena Williams, legenda tenis dunia, pernah merasakan betapa rapuhnya nyawa seorang ibu saat melahirkan putrinya, Alexis Olympia, pada 2017 silam. Proses persalinan yang seharusnya menjadi momen bahagia justru berubah menjadi pertarungan hidup dan mati.

Komplikasi yang Nyaris Merenggut Nyawa

Setelah melahirkan melalui operasi caesar darurat, Serena mengalami serangan batuk hebat yang menyebabkan luka operasinya terbuka. Dokter kemudian menemukan hematoma besar—pembengkakan akibat gumpalan darah—di area perutnya. Kondisi itu memicu emboli paru, yaitu penyumbatan arteri di paru-paru oleh gumpalan darah, yang memaksanya menjalani serangkaian operasi dan enam hari perawatan intensif.

"Saya tahu ada yang tidak beres dengan tubuh saya, dan saya bersyukur dokter serta perawat mendengarkan keluhan saya. Mereka benar-benar menyelamatkan nyawa saya," kenang Serena dalam sebuah diskusi panel.

Dari Pengalaman Pribadi ke Perjuangan Global

Pengalaman traumatis itu membuka mata Serena bahwa masalah kesehatan ibu bukanlah isu minoritas semata. Banyak perempuan dari berbagai latar belakang mengalami persalinan yang rumit, bahkan tak jarang berujung fatal. "Awalnya saya pikir ini hanya masalah kelompok tertentu, tapi ternyata ini masalah semua perempuan," ujarnya.

Sejak itu, Serena aktif menyuarakan pentingnya akses layanan kesehatan yang layak bagi ibu dan bayi. Ia menulis opini di CNN pada 2018, menyerukan solusi sederhana seperti akses ke bidan terlatih, fasilitas kesehatan yang berfungsi baik, pemberian ASI, kontak kulit-ke-kulit, air bersih, obat-obatan dasar, dan gizi yang cukup. "Kita belum melakukan bagian kita untuk membantu perempuan di seluruh dunia," tulisnya.

Peran Baru sebagai Entrepreneur in Residence

Setelah pensiun dari tenis, Serena dipercaya menjadi entrepreneur in residence pertama untuk program Reckitt Catalyst, sebuah inisiatif global yang mendukung wirausahawan perempuan dan kelompok terpinggirkan dalam mengembangkan solusi di bidang kesehatan, kebersihan, air, dan sanitasi. Melalui program ini, ia berharap dapat membuka lebih banyak peluang dan menciptakan perubahan nyata.

"Setiap kali kita membuka satu pintu, kita menyelesaikan masalah lain yang membawa kita lebih dekat pada solusi bagi semua perempuan dan anak-anak kita," tuturnya.

Pelajaran Berharga untuk Para Ibu

Kisah Serena mengajarkan kita bahwa menjadi ibu adalah perjalanan yang penuh tantangan. Komplikasi persalinan bisa terjadi pada siapa saja, tanpa memandang status atau latar belakang. Yang terpenting adalah mendengarkan tubuh sendiri, mencari bantuan medis jika ada yang tidak beres, dan tidak ragu untuk bersuara.

Dukungan dari tenaga kesehatan yang responsif serta akses ke fasilitas medis yang memadai sangat krusial. Serena sendiri menegaskan pentingnya komunikasi antara pasien dan dokter. "Sangat penting bagi saya untuk didengarkan. Saya beruntung memiliki dokter yang benar-benar mendengarkan," akunya.

Kini, Serena terus menggunakan platformnya untuk mengedukasi dan menginspirasi. Ia berharap semakin banyak perempuan yang sadar akan haknya mendapatkan layanan kesehatan terbaik, dan semakin banyak pihak yang tergerak untuk memperbaiki sistem kesehatan ibu di seluruh dunia.

Reporter: Sania Putri