Merawat tanaman hias atau sayuran di rumah memang menyenangkan, apalagi bisa menjadi kegiatan relaksasi di sela kesibukan. Namun, memberi pupuk sering dianggap sepele. Padahal, pemberian pupuk yang salah justru bisa merusak tanaman, lho. Banyak pemula yang mengira semakin banyak pupuk, semakin cepat tanaman tumbuh. Kenyataannya, tanaman bisa stres bahkan mati jika tidak diberi pupuk dengan benar.

1. Memberi Pupuk Berlebihan

Kesalahan pertama yang sering dilakukan adalah memberikan pupuk dalam jumlah terlalu banyak. Ibu mungkin berpikir, 'kalau sedikit saja tanamannya tumbuh, apalagi kalau banyak'. Justru sebaliknya, pupuk berlebih dapat membuat akar tanaman 'terbakar' karena konsentrasi garam yang terlalu tinggi. Akibatnya, tanaman sulit menyerap air dan nutrisi. Solusinya, selalu ikuti dosis yang tertera pada kemasan dan sesuaikan dengan ukuran tanaman. Jangan menambah dosis hanya karena tanaman belum menunjukkan perubahan dalam beberapa hari.

2. Terlalu Sering Memberi Pupuk

Selain dosis, frekuensi pemberian pupuk juga penting. Banyak yang memberi pupuk setiap kali menyiram tanaman. Padahal, tanaman tidak butuh pupuk setiap hari. Pemberian yang terlalu sering bisa membuat pupuk menumpuk di media tanam dan merusak akar. Buatlah jadwal pemberian pupuk sesuai petunjuk produk. Beri jarak yang cukup antar pemberian. Jika tanaman mulai menunjukkan gejala seperti daun menguning, hentikan dulu pemberian pupuk dan periksa kondisi media tanam.

3. Memberi Pupuk Saat Media Tanam Kering

Memberi pupuk pada media tanam yang kering bisa berbahaya. Saat tanah kering, pupuk bisa terkonsentrasi di sekitar akar dan menyebabkan akar dehidrasi. Sebaiknya, periksa kelembapan media tanam sebelum memupuk. Jika tanah terlalu kering, siram dulu dengan air secukupnya, biarkan meresap, baru beri pupuk sesuai dosis. Dengan begitu, pupuk akan larut dan terserap dengan baik.

4. Memberi Pupuk pada Tanaman yang Bermasalah

Ketika tanaman terlihat lesu, daun menguning, atau pertumbuhan terhenti, jangan langsung memberi pupuk. Masalah tersebut belum tentu karena kekurangan nutrisi. Bisa jadi karena terlalu banyak air, kurang cahaya, atau serangan hama. Memberi pupuk tanpa mengetahui penyebabnya hanya akan memperburuk kondisi. Periksa dulu kondisi tanaman secara menyeluruh: daun, batang, tanah, dan lubang drainase. Perbaiki penyebabnya, baru beri pupuk setelah tanaman pulih.

5. Menggunakan Satu Pupuk untuk Semua Tanaman

Setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Tanaman hias, sayuran, buah-buahan, dan bibit muda memerlukan pupuk dengan komposisi dan dosis yang berbeda. Menggunakan satu jenis pupuk untuk semua tanaman bisa membuat sebagian tanaman tidak mendapat nutrisi yang tepat. Kenali jenis tanaman sebelum memilih pupuk. Baca label dengan cermat dan catat jadwal pemupukan masing-masing tanaman agar tidak tertukar.

6. Menaburkan Pupuk Terlalu Dekat Batang

Menaburkan pupuk tepat di dekat batang tanaman adalah kebiasaan yang keliru. Pupuk yang menumpuk di satu titik bisa merusak batang dan akar. Tanaman menyerap nutrisi melalui akar yang tersebar di sekitar area tanah, bukan hanya di dekat batang. Sebaiknya, taburkan pupuk secara merata di sekitar area akar, jangan menumpuk di satu titik. Ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan untuk cara aplikasi yang benar.

7. Tidak Memperhatikan Waktu Pemberian Pupuk

Waktu pemberian pupuk juga mempengaruhi efektivitasnya. Memberi pupuk saat matahari terik bisa membuat pupuk cepat menguap atau bahkan membakar daun. Sebaiknya, beri pupuk pada pagi atau sore hari saat suhu lebih sejuk. Selain itu, hindari memupuk menjelang hujan deras karena pupuk bisa tercuci sebelum diserap tanaman.

Nah, itu dia beberapa kesalahan dalam memberi pupuk yang sering dilakukan pemula. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, tanaman di rumah akan tumbuh subur dan sehat. Selamat berkebun!

Reporter: Mutiara Salimah