Cinta Sejati di Balik Koleksi LEGO yang Dilepas Demi Buah Hati

Penulis: Rini Azhari
Senin, 14 September 2026 | 11:02:00 WIB

James dan Jessica Smith bukan pasangan yang mudah menyerah. Setelah setahun setengah berjuang tanpa hasil, mereka baru tahu bahwa keduanya mengalami infertilitas yang tidak dapat dijelaskan. Dokter pun tidak menemukan penyebab pasti. Namun, harapan mereka tidak padam. Melalui program bayi tabung yang ditanggung layanan kesehatan publik Inggris, Jessica akhirnya melahirkan seorang putra pada Oktober 2024.

Kebahagiaan itu ternyata belum lengkap. Sekitar setahun kemudian, pasangan ini kembali memulai perawatan kesuburan untuk memberikan adik bagi putra mereka. Sayangnya, perjalanan kedua tidak semulus yang pertama. Jessica sempat mengalami chemical pregnancy setelah transfer embrio, dan pada percobaan berikutnya, ia mengalami keguguran. Kini, mereka masih menyimpan satu blastokista dan berharap bisa kembali melakukan transfer saat kondisi sudah siap.

Biaya IVF yang Menguras Tabungan

Berbeda dari perawatan pertama yang ditanggung negara, perawatan lanjutan ini harus mereka biayai sendiri. Totalnya diperkirakan mencapai lebih dari US$12 ribu atau sekitar Rp190 juta. Setiap bulan, mereka harus menyisihkan sekitar US$1.400 atau lebih dari Rp20 juta untuk mencicil biaya tersebut. Belum lagi biaya hidup yang terus meningkat. Rangkaian prosedur IVF memang tidak murah: mulai dari suntikan hormon, pemantauan USG, pengambilan sel telur, fertilisasi, hingga transfer embrio.

Di tengah tekanan finansial itu, James membuat keputusan besar. Ia rela melepas sekitar 90 persen koleksi LEGO yang telah dikumpulkannya selama lebih dari 20 tahun. Koleksi tersebut terdiri dari sekitar 35 set, termasuk edisi langka seperti Star Wars Millennium Falcon, Imperial Star Destroyer, USS Enterprise, dan koleksi Marvel. Ada pula kokpit fiksi ilmiah berukuran hampir sebesar aslinya yang bisa digunakan secara interaktif. Total nilai koleksinya diperkirakan lebih dari £10 ribu atau sekitar Rp200 juta. Kokpit besar itu sendiri diharapkan laku sekitar £1.000 atau lebih dari Rp20 juta. Semua akan dilelang melalui Vectis Auctions pada 17 September 2026.

Pengorbanan yang Penuh Cinta

Bagi James, melepas koleksi yang sudah menemaninya puluhan tahun tentu berat. Namun, ia melihat ada yang lebih berharga dari sekadar mainan. "Aku memang menyukai koleksi LEGO-ku, tetapi aku lebih bahagia melepaskannya dan membangun LEGO bersama putra kami, dan semoga suatu hari nanti dengan anak kedua kami," ujarnya. Jessica pun merasa bersyukur atas pengorbanan sang suami. "Aku berterima kasih kepada suamiku karena rela melepaskan koleksinya," kata Jessica.

Perjalanan IVF memang bukan hanya soal prosedur medis. Menurut American Society for Reproductive Medicine, infertilitas dapat menimbulkan dampak psikologis dan emosional yang berat. Dukungan dari pasangan, keluarga, dan tenaga profesional menjadi sangat penting. James dan Jessica telah membuktikan bahwa cinta dan kerja sama dapat menjadi kekuatan untuk melewati masa-masa sulit. Mereka berharap hasil penjualan koleksi LEGO dapat melunasi sisa biaya perawatan sekaligus, sehingga beban finansial mereka berkurang dan fokus bisa kembali pada upaya memperbesar keluarga.

Bagi para Bunda yang sedang berjuang serupa, kisah ini mengingatkan bahwa setiap pengorbanan demi buah hati tidak pernah sia-sia. Dukungan dan komunikasi yang baik antara suami istri adalah kunci utama. Tetaplah saling menguatkan, karena badai pasti berlalu dan kebahagiaan menanti di ujung perjuangan.

Reporter: Rini Azhari