Tanda Kepribadian Tulus dan Baik Hati yang Perlu Dikenali

Penulis: Fadila Utami
Kamis, 03 September 2026 | 17:08:00 WIB

Kebaikan hati seseorang sering kali tidak terlihat dari kata-katanya. Ada orang yang menunjukan ketulusan hatinya dengan sikap sederhana di keseharian, Bunda. Orang yang baik hati biasanya selalu memperhatikan perasaan orang lain dan membantu tanpa pamrih. Mereka bahkan bisa tetap bersikap baik ketika mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari seseorang.

Empati sebagai Pondasi Utama

Empati adalah kemampuan Bunda untuk bisa terhubung dengan perasaan orang lain. Empati menjadi tanda pertama jika seseorang adalah orang baik. Kemampuan ini menjadi fondasi kuat untuk perilaku pro-sosial lainnya, seperti kebaikan dan kasih sayang. Empati sendiri memiliki dua jenis. Pertama, empati kognitif berarti mampu memahami perspektif orang lain. Kedua, empati emosional berarti mampu berbagi pengalaman emosional dengan orang lain.

Memberi Kebaikan Tanpa Pamrih

Menjadi orang baik berarti Bunda memperlakukan orang dengan rasa hormat, positif, dan niat baik. Kebaikan ini mewakili tindakan dan perilaku yang bertujuan untuk meningkatkan pengalaman hidup orang lain. Orang yang baik hati akan sering mengajak orang lain, berupaya mengakui semua orang, dan memberi pujian. Courtney Morgan, konselor profesional berlisensi, menjelaskan, "Kebaikan adalah salah satu cara sederhana untuk membantu orang lain merasa dihargai dan penting. Orang yang baik hati akan sering mengajak orang lain, berupaya mengakui semua orang, dan memberi pujian kepada orang lain. Perilaku mereka membuat kita ingin berada di sekitar 'orang baik' ini."

Belas Kasih yang Mendalam

Belas kasih adalah kesadaran mendalam dan keinginan kuat untuk meringankan penderitaan orang lain. Hal ini berarti menunjukkan simpati, perhatian, dukungan, dan pengertian kepada mereka yang membutuhkan, baik itu teman, keluarga, maupun orang asing. Belas kasih merupakan karakteristik lain yang dimiliki orang baik. Kesadaran ini sangat mulia dan dapat membuat perubahan besar pada hidup orang lain di sekitarnya.

Sikap Inklusif dan Menerima Perbedaan

Orang baik yang benar-benar inklusif ingin menciptakan lingkungan dengan setiap orang dihormati dan dihargai, terlepas dari latar belakang, identitas, atau perspektif mereka. Inklusivitas membantu orang lain merasa aman dan nyaman untuk menjadi diri mereka yang otentik. Courtney Morgan menambahkan, "Ini termasuk merangkul perbedaan, mendengarkan perspektif dan pendapat orang lain, dan memastikan bahwa setiap orang merasa diterima. Ini membantu orang lain tampil sebagai diri mereka yang otentik dan merasa aman saat melakukannya."

Perilaku Tanpa Pamrih dan Altruisme

Perilaku dan pemikiran yang tanpa pamrih atau altruisme adalah ciri orang baik selanjutnya. Sifat ini ditandai dengan peduli pada kesejahteraan orang lain tanpa memandang status sosial, imbalan, atau biaya yang harus Bunda tanggung untuk membantu. Orang yang altruistik sering terlibat dalam upaya amal, menjadi sukarelawan, dan advokasi. Sebuah riset tahun 2023 menunjukkan bahwa altruisme ini meningkatkan kebahagiaan dari orang yang menolong dan ditolong. Jika Bunda sering merasa senang saat menolong orang lain, perasaan tersebut berarti Bunda memiliki karakter altruisme dan adalah orang baik.

Integritas yang Kokoh

Integritas adalah istilah kolektif untuk pikiran, tindakan, dan perilaku yang berkaitan dengan moralitas dan etika. Hal ini berarti Bunda menghargai kejujuran, keandalan, kerendahan hati, dan tanggung jawab. Michelle Beaupre, seorang pekerja sosial berlisensi, menyatakan, "Ini berarti menjadi jujur, memiliki prinsip moral yang kuat, dan menaatinya bahkan ketika itu tidak nyaman atau mudah." Ia menambahkan bahwa orang yang berintegritas itu dapat dipercaya dan dapat diandalkan untuk melakukan hal yang benar.

Merasa Bahagia atas Kesuksesan Orang Lain

Merasa bahagia yang tulus sebagai respons terhadap pencapaian orang lain, yang dikenal sebagai "compersion" dalam psikologi, adalah tanda yang tidak terlalu terlihat bahwa Bunda adalah orang baik. Jika Bunda bisa merasa bahagia karena orang lain bahagia tanpa rasa iri atau pahit, perilaku ini menunjukkan bahwa Bunda mampu melihat jauh di luar diri sendiri. Seorang psikolog mengatakan bahwa kesuksesan orang lain adalah tentang orang tersebut dan bukan tentang diri kita sendiri. Karena itu, kebahagiaan orang lain akan membuat orang yang baik kaya akan kebahagiaan pada saat yang sama.

Memaafkan dengan Tulus

Memaafkan adalah tindakan yang sangat kuat. Memaafkan bukan tentang melupakan atau membenarkan kesalahan seseorang, tetapi tentang membebaskan diri Bunda dari beban membawa kebencian. Mampu memaafkan, bahkan saat sulit, menunjukkan kedewasaan emosional dan kekuatan, serta merupakan tanda bahwa Bunda adalah orang baik. Meskipun terkadang memaafkan bukanlah hal yang mudah dan cenderung memakan waktu yang lama, keputusan untuk memaafkan orang lain akan membawa kedamaian pada diri Bunda. Bunda akan merasa terbebas dari beban emosi yang selama ini ada.

Tindakan Kecil yang Bermakna

Tindakan kebaikan kecil, yang disebut sebagai "micro-kindnesses" oleh para psikolog, adalah indikator jelas seseorang dikatakan baik. Kebaikan kecil tersebut adalah hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian, seperti membukakan pintu, mengambilkan barang yang terjatuh, atau memberikan tempat duduk di bus yang ramai. Selain itu, sebuah studi mengatakan bahwa kebaikan kecil yang dilakukan secara rutin dapat menurunkan tingkat stres dan juga meningkatkan kebahagiaan dalam waktu yang bersamaan. Ini berarti ketika kita melakukan kebaikan kecil, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membawa dampak positif bagi diri sendiri.

Reporter: Fadila Utami