Panduan Aman Mengonsumsi Telur untuk Ibu Hamil

Selasa, 01 September 2026 | 19:03:00 WIB

Telur memang menjadi salah satu makanan favorit banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain mudah diolah, telur kaya akan protein dan nutrisi penting seperti kolin yang baik untuk perkembangan otak janin. Namun, tidak semua olahan telur aman dikonsumsi saat hamil. Pertanyaannya, bagaimana dengan omelette, telur ceplok, atau sunny side up? Yuk, simak penjelasannya.

Bolehkah Ibu Hamil Makan Telur?

Sebenarnya, ibu hamil sangat dianjurkan untuk mengonsumsi telur asalkan dimasak dengan benar. Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), kolin dalam telur berperan penting dalam mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang janin. Kebutuhan kolin harian ibu hamil sekitar 450 mg, dan telur merupakan salah satu sumber terbaiknya.

Meski tubuh bisa memproduksi kolin sendiri, jumlahnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan selama kehamilan. Karena itu, asupan dari makanan sangat diperlukan. Selain telur, kolin juga bisa didapat dari daging, susu, kedelai, dan kacang-kacangan.

Kenapa Telur Setengah Matang Berisiko?

Telur mentah atau kurang matang bisa mengandung bakteri Salmonella yang menyebabkan keracunan makanan. Gejalanya meliputi diare, kram perut, muntah, dan demam. Ibu hamil termasuk kelompok yang lebih rentan terhadap infeksi ini, sehingga perlu ekstra hati-hati.

Jika Bunda tidak yakin dengan standar keamanan telur yang digunakan, sebaiknya masak telur hingga benar-benar matang. Bagian putih dan kuning telur harus padat untuk memastikan bakteri mati.

Olahan Telur yang Aman untuk Ibu Hamil

  • Omelette: Aman asalkan dimasak hingga matang, termasuk bagian tengahnya. Tambahkan sayuran seperti bayam atau paprika untuk nutrisi ekstra.
  • Scrambled egg: Boleh dikonsumsi jika dimasak sampai tidak ada bagian yang cair atau basah.
  • Telur rebus: Pilih telur rebus matang (hard-boiled) dengan kuning telur yang padat. Hindari telur setengah matang dengan kuning cair.
  • Telur ceplok: Pastikan putih dan kuningnya matang sempurna. Jika kuning masih cair, sebaiknya dihindari.
  • Sunny side up: Sama seperti telur ceplok, hanya aman jika kuning telurnya matang.

Bagaimana dengan Telur Setengah Matang di Restoran?

Saat makan di luar, risiko telur setengah matang lebih tinggi karena Bunda tidak tahu standar keamanan telur yang digunakan. Beberapa negara memiliki sertifikasi khusus seperti British Lion yang menjamin telur aman dikonsumsi mentah atau setengah matang. Namun, jika tidak ada jaminan tersebut, lebih baik minta telur dimasak matang.

Selain itu, perhatikan juga makanan lain yang mengandung telur mentah, seperti mayones homemade atau saus tertentu. Pastikan semua makanan yang mengandung telur dimasak hingga matang untuk menghindari risiko Salmonella.

Kesimpulan

Ibu hamil tidak perlu menghindari telur sepenuhnya. Kuncinya adalah memastikan telur aman dan dimasak hingga matang sempurna. Dengan begitu, Bunda tetap bisa menikmati manfaat telur tanpa khawatir. Selalu konsultasikan dengan dokter jika ada keraguan tentang makanan tertentu selama kehamilan.

Reporter: Salsabila Wahyudi