Menjalani dunia usaha memang penuh lika-liku, dan hal itu baru saja dirasakan langsung oleh Ruben Onsu. Usai berdamai dengan pihak pelapor dalam kasus dugaan penipuan investasi yang sempat menjeratnya, presenter sekaligus pengusaha ini memilih untuk mengambil hikmah dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran berharga.

Ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/8), Ruben mengaku bahwa kejadian ini membuatnya semakin dewasa dalam menyikapi berbagai situasi. Ia pun berkomitmen untuk memperbaiki cara pandangnya dalam mengambil keputusan bisnis ke depan.

Komitmen untuk Lebih Selektif

Ruben menyadari bahwa ada banyak faktor eksternal yang sulit diprediksi dalam menjalankan usaha, seperti cepat atau lambatnya penjualan aset yang tidak selalu sesuai harapan. Hal ini mendorongnya untuk menata ulang prioritas dan lebih terbuka menerima masukan sebagai bagian dari perbaikan diri.

"Ini masukan-masukan yang membuat saya semakin dewasa, membuat kita bisa lebih bisa menerima segala sesuatu atau menyelesaikan sesuatu dengan bijak," ujar Ruben dengan nada penuh perenungan.

Ketika ditanya mengenai langkah selanjutnya, Ruben memberikan jawaban tegas dan ringkas. Ia menegaskan akan lebih waspada dan selektif dalam menjalin kerja sama investasi dengan pihak mana pun. "Berhati-hati berbisnis? Pasti, pasti," tegasnya.

Dukungan Sahabat dan Semangat Memperbaiki Diri

Di tengah proses penyelesaian masalah, Ruben mengaku sangat terbantu dengan dukungan sahabatnya, Jhon LBF, yang memberinya arahan untuk terus memperbaiki diri. Ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan kedua yang dimiliki untuk menata ulang kehidupan, baik secara pribadi maupun karier.

"Menyelesaikan dengan segala sesuatu tidak untuk melawan, tapi ibaratnya saya harus menyelesaikan ini dan setelah itu mencoba untuk memperbaiki diri," tuturnya.

Setelah beban hukum yang menjeratnya berakhir, Ruben menyatakan siap kembali menjalani aktivitas di dunia hiburan. Ia menargetkan fokus pada produktivitas dan tanggung jawab terhadap keluarga. "Ya, saya ingin semuanya selesai dengan baik," pungkasnya.

Pengalaman ini tentu menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dalam berbisnis, kehati-hatian dan kewaspadaan adalah kunci utama. Terlebih lagi bagi para wanita yang ingin memulai atau mengembangkan usaha, penting untuk selalu melakukan riset mendalam dan memilih mitra kerja yang terpercaya agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan.

Reporter: Hestia Ramadhani