Menjadi ibu hamil memang membawa banyak perubahan, termasuk munculnya berbagai pantangan yang kerap membuat bingung. Benarkah semua pantangan itu harus diikuti? Irish Bella, artis yang sedang mengandung, berbagi pengalaman dan pengetahuan seputar kehamilan bersama dr. Syifa Mutiara Sabri, putri sambungnya yang akrab disapa dr. Cipol. Dalam diskusi santai mereka, banyak mitos yang terkuak dan fakta yang mencerahkan.

Kopi: Boleh atau Tidak?

Banyak ibu hamil yang enggan melewatkan secangkir kopi di pagi hari. Kabar baiknya, menurut dr. Cipol, ibu hamil tetap bisa menikmati kopi, asalkan tidak berlebihan. Batas aman konsumsi kafein adalah 200 mg per hari, atau setara dengan 1-2 cangkir kopi. Perlu diingat, kafein juga terdapat pada teh dan matcha, jadi perhatikan total asupannya. Konsumsi kafein berlebih dapat mengganggu penyerapan zat besi yang berisiko anemia. Setelah minum kopi, jangan lupa perbanyak air putih ya, Bunda.

Air Kelapa: Minuman Segar yang Menyehatkan

Air kelapa sering dianggap sebagai minuman wajib ibu hamil. Ternyata, hal ini ada benarnya. Air kelapa murni kaya elektrolit seperti natrium, kalium, dan magnesium yang baik untuk tubuh. Namun, dr. Cipol mengingatkan untuk memilih air kelapa murni, bukan yang kemasan karena biasanya mengandung banyak gula tambahan. Meski menyegarkan, tetaplah prioritaskan air putih sebagai sumber cairan utama setiap hari.

Nanas dan Sushi: Mitos yang Perlu Diluruskan

Nanas sering dituding sebagai penyebab keguguran. Faktanya, kandungan bromelain dalam nanas memang bisa memengaruhi kontraksi rahim, tapi jumlahnya dalam porsi normal tidak cukup kuat untuk memicu masalah. Jadi, makan nanas dalam jumlah wajar tetap aman. Lalu, bagaimana dengan sushi? Ibu hamil boleh makan sushi, tapi pastikan memilih yang matang. Ikan mentah berisiko mengandung bakteri dan parasit yang membahayakan janin. Jadi, pilih sushi dengan bahan yang sudah dimasak agar tetap aman.

Pijat Perut: Sebaiknya Dihindari

Rasa pegal saat hamil memang wajar, tapi bukan berarti semua bagian tubuh boleh dipijat sembarangan. Pijat perut tidak direkomendasikan untuk ibu hamil karena berisiko mengganggu plasenta yang bisa menyebabkan perdarahan. Jika ingin pijat, konsultasikan dulu dengan dokter dan pilih terapis yang berpengalaman menangani ibu hamil. Teknik pijat yang aman biasanya difokuskan pada area punggung, bahu, atau kaki, bukan perut.

Berenang: Olahraga Ramah Ibu Hamil

Berenang adalah salah satu olahraga yang paling dianjurkan selama kehamilan. Gerakannya yang lembut membantu menjaga kebugaran, melatih otot, dan mengurangi stres. Namun, pastikan kondisi kehamilan Bunda sehat dan tidak ada larangan dari dokter. Perhatikan juga keamanan di sekitar kolam, karena lantai yang licin bisa menyebabkan terpeleset.

Intinya, banyak pantangan kehamilan yang sebenarnya hanya mitos. Dengan pengetahuan yang tepat, Bunda tetap bisa menjalani kehamilan dengan nyaman dan bahagia. Selalu konsultasikan setiap aktivitas atau makanan dengan dokter kandungan untuk keamanan Bunda dan si kecil.

Reporter: Sania Putri