Kalsium menjadi salah satu nutrisi kunci selama kehamilan. Janin yang sedang tumbuh membutuhkan kalsium untuk membentuk tulang, gigi, jantung, dan otot. Jika asupan harianmu kurang, tubuh akan mengambil simpanan kalsium dari tulangmu sendiri, yang bisa menyebabkan nyeri tulang atau masalah gigi. Karena itu, memenuhi kebutuhan kalsium sangat penting, baik dari makanan maupun suplemen.

Berapa Kebutuhan Kalsium Ibu Hamil?

Kementerian Kesehatan RI menyarankan ibu hamil untuk mengonsumsi sekitar 1000 mg kalsium per hari. Sebenarnya, kamu bisa mendapatkan kalsium dari makanan seperti susu (sekitar 300 mg per gelas), tahu, dan ikan teri. Namun, seringkali pola makan belum cukup, sehingga suplemen diperlukan untuk mengisi kekosongan.

Jenis Kalsium: Carbonate vs Citrate

Dua jenis kalsium yang umum ditemukan adalah calcium carbonate dan calcium citrate. Calcium carbonate mengandung lebih banyak kalsium elemental dan lebih murah, tetapi harus diminum bersama makanan karena membutuhkan asam lambung untuk penyerapan. Sementara itu, calcium citrate lebih mudah diserap dan bisa diminum kapan saja, cocok untuk kamu yang sering mual atau memiliki lambung sensitif, meski harganya sedikit lebih tinggi.

Rekomendasi Suplemen Kalsium Terjangkau

Berikut beberapa merek yang sering direkomendasikan dan mudah ditemukan di apotek:

  • Caltrate 600+D: mengandung 600 mg calcium carbonate dan vitamin D3 yang membantu penyerapan. Harganya terjangkau untuk suplemen bermerek.
  • Calcimex: produk lokal dengan calcium carbonate, harganya sangat ekonomis, sering diresepkan di puskesmas.
  • Blackmores Pregnancy & Breast-Feeding Gold: multivitamin lengkap yang sudah mengandung kalsium, DHA, dan folat. Praktis, tapi harganya lebih tinggi.
  • Natures Plus Calcium Citrate: pilihan tepat untuk lambung sensitif, bisa diminum tanpa makan, harga menengah.
  • Calcium Lactate: sering diberikan gratis di puskesmas, efektif jika diminum teratur.
  • Folamil Genio: multivitamin dengan kalsium, dipilih banyak ibu hamil karena praktis.

Tips Memilih dan Minum Suplemen Kalsium

Sebelum membeli, pastikan ada nomor BPOM di kemasan, perhatikan jenis kalsium dan dosisnya, serta hindari kandungan vitamin A berlebih. Konsultasikan dengan dokter jika kamu sedang minum obat lain.

Saat mengonsumsi, jangan campur dengan suplemen zat besi karena bisa mengganggu penyerapan. Beri jeda minimal 2 jam. Untuk calcium carbonate, minumlah saat makan. Jangan minum dosis besar sekaligus; bagi dosis harian menjadi beberapa kali minum. Perbanyak air putih dan serat untuk mencegah sembelit yang sering muncul.

Jika kamu kesulitan menelan pil, minuman elektrolit khusus ibu hamil bisa menjadi pelengkap, meski bukan pengganti suplemen kalsium utama.

Reporter: Fadila Utami