Momen MPASI memang selalu diiringi rasa haru sekaligus deg-degan. Apalagi saat si kecil yang tadinya lahap menyusu, tiba-tiba jadi 'macan ompong' di depan sendok. Makanan keluar lagi, mulut mangap tapi tidak kunjung menelan, dan Bunda mulai bertanya-tanya, apa yang salah?

Bayi Belajar Menelan, Bukan Menolak Makanan

Sebenarnya, ini bukan soal makanan yang tidak disukai, melainkan soal keterampilan baru. Selama ini bayi hanya mengenal satu gerakan oral: mengisap. Gerakan mengisap melibatkan lidah yang mendorong maju dan naik. Sementara untuk menelan makanan semi-padat, lidah harus bergerak mundur untuk mendorong makanan ke kerongkongan. Dua gerakan ini bertolak belakang dan tidak langsung terhubung secara otomatis.

Refleks yang membuat makanan terdorong keluar dari mulut ini disebut tongue thrust reflex. Ini adalah mekanisme alami yang akan melemah seiring waktu, seiring bayi berlatih mengunyah dan menelan. Jadi, jangan menyalahkan resep MPASI Bunda atau kemampuan si kecil, ya.

Berapa Lama Adaptasi yang Normal?

Tidak ada patokan hari yang pasti untuk semua bayi. Ada yang mulai lancar menelan di hari kelima, ada juga yang baru benar-benar 'nyambung' di minggu ketiga atau keempat. Yang penting bukan berapa hari berlalu, tapi apakah ada perkembangan kecil yang bisa Bunda amati.

Beberapa tanda positif yang bisa Bunda perhatikan:

  • Bayi mulai jarang mengeluarkan kembali makanan dari mulutnya.
  • Ia terlihat lebih semangat saat melihat sendok datang.
  • Sesi makan yang tadinya hanya 3 menit, kini bisa bertahan 10 menit.
  • Muncul reaksi berbeda terhadap rasa, seperti manyun saat mencicipi asam atau buka mulut lebar untuk makanan favoritnya.

Di hari ke-8, Bunda masih berada di tahap yang sangat awal. Jadi, ekspektasi untuk melihat si kecil langsung 'lahap' sebaiknya diturunkan sedikit demi sedikit.

Soal EVOO, Bunda Sudah Tepat!

Banyak ibu yang menunda pemberian lemak tambahan karena ingin bayi 'belajar dulu' di awal MPASI. Padahal, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) justru merekomendasikan lemak sebagai komponen wajib MPASI sejak hari pertama, bukan sebagai pelengkap semata.

Lemak sangat penting karena makanan bayi dalam porsi kecil membutuhkan kepadatan energi yang cukup, dan lemak adalah sumber energi paling pekat. Otak bayi yang sedang tumbuh pesat juga sangat membutuhkan asupan lemak. Extra virgin olive oil (EVOO) adalah pilihan yang sangat baik karena kaya lemak tak jenuh tunggal dan rasanya lembut untuk bayi. Ke depan, Bunda bisa juga mencoba minyak kelapa, mentega tawar, atau kuning telur ayam kampung yang dicampur ke dalam puree.

Tanda MPASI Berjalan Baik di Dua Minggu Pertama

Selama hal-hal berikut terpenuhi, Bunda tidak perlu khawatir:

  • Bayi mau membuka mulut saat sendok mendekat, meski belum langsung menelan.
  • Tidak ada reaksi alergi, baik di kulit, pernapasan, atau pencernaan.
  • BAB masih dalam batas normal, perubahan warna dan konsistensi itu wajar asal tidak diare terus-menerus.
  • Bayi tetap aktif menyusu ASI atau sufor seperti biasa.
  • Berat badan tidak turun, boleh stagnan sementara tapi tidak turun.
  • Bayi tidak menangis histeris atau muntah menyembur saat makan.
  • Ada peningkatan kecil dari sesi ke sesi, meski tidak mencolok.

Volume Makan di Awal MPASI: Seberapa Penting?

Di dua minggu pertama, volume makan bukan segalanya. ASI atau sufor tetap menjadi nutrisi utama. MPASI pada fase ini tujuannya lebih kepada pengenalan rasa, tekstur, dan melatih gerakan menelan, bukan untuk menggantikan kalori dari susu.

Dokter anak biasanya menyarankan untuk tidak fokus pada berapa sendok yang masuk, tetapi lebih pada ketertarikan bayi dan tidak adanya reaksi negatif. Bahkan hanya 1–2 sendok yang benar-benar tertelan per sesi sudah cukup di hari ke-8. Yang perlu dijaga adalah jadwal menyusu, jangan sampai dikurangi drastis hanya karena MPASI sudah dimulai.

Trik Praktis agar Sesi Makan Lebih Lancar

Ada beberapa hal yang bisa Bunda coba untuk membantu si kecil lebih mudah menelan:

  • Pilih waktu yang tepat: Berikan MPASI saat bayi lapar ringan, sekitar 1–1,5 jam setelah menyusu. Jangan saat ia sangat lapar atau baru saja kenyang.
  • Pastikan posisi duduk nyaman: Bayi yang duduknya tidak stabil akan sulit fokus menelan. Pastikan kepala dan tubuhnya tegak.
  • Ciptakan suasana tenang: Matikan TV dan kurangi gangguan agar bayi fokus pada makanan. Cukup Bunda dan bayi di meja makan.
  • Perhatikan tekstur: Konsistensi puree sebaiknya mengalir lancar dari sendok, tidak terlalu encer atau kental, seperti yogurt yang sedikit cair.

Memasuki MPASI memang penuh tantangan, tapi juga menyenangkan. Dengan kesabaran dan pemahaman, Bunda akan melihat si kecil semakin mahir. Selamat menikmati setiap momen berharga ini!

Reporter: Hestia Ramadhani