Dulu, kecemasan muncul saat kamu tidak ikut tren atau ketinggalan momen seru. Kini, kekhawatiran itu bergeser menjadi lebih personal: takut tertinggal dari pencapaian hidup orang lain. Fenomena ini dikenal sebagai fear of falling behind (FOFB), sebuah perasaan cemas karena merasa diri sendiri tidak berkembang secepat orang lain.

Apa Bedanya FOMO dan FOFB?

Jika FOMO (fear of missing out) membuatmu penasaran dengan apa yang dilakukan orang lain, FOFB justru memunculkan pertanyaan menyakitkan: “Kenapa hidupku tidak sejauh mereka?” Perbedaan ini mungkin tipis, tapi dampaknya jauh lebih menguras energi mental.

Kenapa Media Sosial Menjadi Pemicu Utama?

Media sosial adalah panggung pertunjukan kehidupan. Kita hanya melihat hasil akhir: teman yang baru promosi, membeli rumah, menikah, atau liburan ke luar negeri. Proses panjang, perjuangan, dan kegagalan di balik layar jarang terlihat. Akibatnya, kita membandingkan kehidupan nyata yang rumit dengan versi terbaik kehidupan orang lain. Perbandingan ini tidak adil dan bisa membuatmu merasa tertinggal.

Dampak FOFB pada Kesehatan Mental

Rasa takut tertinggal bisa memicu stres kronis, kecemasan, dan burnout. Kamu mungkin terus mengejar target tanpa henti, merasa tidak pernah cukup, dan mengambil keputusan impulsif—seperti ikut investasi karena takut ketinggalan momentum, atau menerima pekerjaan yang tidak sesuai passion. Pada akhirnya, kamu bisa sangat sibuk mengejar kehidupan “ideal” yang sebenarnya bukan keinginanmu sendiri.

Tips Mengatasi Fear of Falling Behind

  • Stop membandingkan dengan orang lain. Ingat, setiap orang punya perjalanan hidup yang unik. Tidak semua harus mencapai hal yang sama di usia yang sama.
  • Batasi konsumsi media sosial. Lakukan digital hygiene secara rutin. Kurangi waktu scrolling dan pilih konten yang menginspirasi, bukan memicu iri.
  • Definisikan ulang tujuanmu. Alih-alih bertanya “Apa yang sudah dicapai orang lain?”, tanyakan “Apa yang sebenarnya aku inginkan?” Fokus pada nilai dan kebutuhan pribadi.
  • Rayakan pencapaian kecilmu. Setiap langkah maju adalah kemenangan. Jangan remehkan prosesmu sendiri.
  • Bersikap lembut pada diri sendiri. Ingatlah bahwa hidup bukan perlombaan. Kadang, berhenti sejenak untuk memastikan arah yang tepat justru lebih penting.

Hidup Bukan Perlombaan

Fear of falling behind adalah fenomena yang wajar, tapi jangan biarkan ia mengendalikan hidupmu. Kedewasaan bukan tentang berlari secepat orang lain, melainkan berani menentukan arah sendiri dan menerima bahwa setiap perjalanan memiliki tempo yang berbeda. Kamu punya kendali atas hidupmu—jangan biarkan media sosial merampas kebahagiaanmu.

Reporter: Anisa Wahyuni