Jahe sudah lama jadi andalan di dapur Indonesia, baik sebagai bumbu masak maupun minuman penghangat. Tapi tahukah Bunda, rempah satu ini juga punya banyak manfaat kesehatan yang didukung penelitian? Kandungan senyawa aktif seperti gingerol dan shogaol membuat jahe punya sifat antioksidan, antiradang, dan antimikroba yang luar biasa.

Meredakan Kembung dan Lancarkan Pencernaan

Pernah merasa perut begah setelah makan? Jahe bisa jadi solusinya. Enzim dalam jahe membantu memecah gas di usus, sehingga rasa kembung berkurang. Selain itu, jahe juga merangsang pergerakan saluran cerna, membantu mencegah sembelit. Cocok banget buat Bunda yang sering mengalami masalah pencernaan.

Memperkuat Daya Tahan Tubuh

Di musim hujan atau saat banyak virus bertebaran, jahe bisa jadi tameng alami. Meski bukti ilmiah masih terus berkembang, sebuah studi tahun 2017 menunjukkan konsumsi jahe setiap hari dapat mendukung sistem imun. Ini membantu tubuh melawan infeksi ringan seperti pilek dan flu, serta melindungi dari penyakit kronis.

Mengatasi Mual, Termasuk Morning Sickness

Bunda yang sedang hamil muda atau sering mabuk perjalanan? Jahe sudah terkenal ampuh meredakan mual. National Health Service (NHS) di Inggris bahkan merekomendasikan minum teh jahe untuk mengatasi mual. Sifat anti-inflamasi jahe menenangkan saluran pencernaan, mengurangi rasa tidak nyaman di perut. Tapi ingat, konsultasikan dulu ke dokter ya Bun kalau sedang hamil.

Mengurangi Nyeri Otot dan Sendi

Setelah seharian mengurus rumah dan si kecil, tubuh pasti pegal-pegal. Jahe memiliki efek analgesik alami yang bisa mengurangi nyeri otot. Penelitian menunjukkan konsumsi jahe mentah atau yang sudah dipanaskan membantu meredakan nyeri setelah olahraga atau aktivitas fisik berat. Jadi, minum wedang jahe hangat bisa bantu tubuh lebih rileks.

Menjaga Kolesterol Tetap Normal

Kolesterol tinggi sering jadi momok, apalagi bagi yang punya riwayat keluarga penyakit jantung. Kabar baiknya, jahe bisa membantu. Sebuah meta-analisis menemukan suplementasi jahe memperbaiki profil lipid, termasuk menurunkan trigliserida dan kolesterol jahat (LDL), serta meningkatkan kolesterol baik (HDL). Tentu tetap harus diimbangi pola makan sehat ya.

Meredakan Nyeri Haid

Bunda yang setiap bulan menderita kram perut saat menstruasi, coba deh konsumsi jahe. Sebuah studi meta-analisis tahun 2023 menyimpulkan jahe sama efektifnya dengan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam mengurangi nyeri akibat dismenore. Jadi, selain kompres hangat, minum jahe hangat bisa jadi alternatif alami.

Melawan Peradangan dalam Tubuh

Peradangan kronis bisa memicu berbagai penyakit, mulai dari arthritis hingga penyakit jantung. Jahe kaya akan fitokimia yang bersifat antiradang. Sebuah tinjauan terhadap 16 uji klinis pada 2017 menyimpulkan jahe efektif melawan peradangan. Para peneliti pun terus mendalami dosis dan jenis ekstrak jahe yang paling optimal.

Itulah beragam manfaat jahe yang sayang dilewatkan. Mulai dari pencernaan, imunitas, hingga nyeri haid, semuanya bisa diatasi dengan rempah sederhana ini. Jadi, jangan ragu untuk menyeduh segelas jahe hangat setiap hari, ya Bun. Tapi ingat, konsumsi berlebihan juga tidak baik. Cukup secukupnya dan konsultasikan dengan dokter jika Bunda memiliki kondisi medis tertentu.

Reporter: Rini Azhari