Bu Sari tidak pernah bermimpi akan memimpin perusahaan. Di usia 16, ia berhenti sekolah untuk membantu orang tuanya di sawah. Tapi tekad dan kemauan belajarnya tidak pernah padam.

Bermula dari belajar membaca laporan keuangan sederhana yang didapat dari pamflet koperasi, Bu Sari perlahan mulai memahami konsep bisnis. Ia memulai usaha kecil jual beli hasil bumi.

"Setiap malam setelah anak-anak tidur, saya belajar. Dari buku-buku yang saya pinjam di perpustakaan desa," ceritanya.

Dua puluh tahun kemudian, perusahaan agrikulturnya kini mempekerjakan 300 perempuan dari desanya. Produknya sudah diekspor ke Singapura dan Malaysia.

Pelajaran dari Perjalanannya:

  • Tidak pernah berhenti belajar, apapun kondisinya
  • Libatkan komunitas — sukses sendiri tidak seberapa berharga dibanding sukses bersama
  • Jangan tunggu kondisi sempurna untuk mulai

"Saya tidak punya apa-apa kecuali kemauan. Dan ternyata itu saja sudah cukup," kata Bu Sari.

Reporter: Redaksi