Kehamilan memang membawa banyak perubahan, termasuk pada indra penciuman. Wangi yang dulu kamu sukai bisa berubah drastis, bahkan memicu rasa tidak nyaman. Lantas, apa sebenarnya penyebabnya?

Peran Hormon dalam Perubahan Indra Penciuman

Menurut para ahli, perubahan ini erat kaitannya dengan fluktuasi hormon selama kehamilan. Berikut adalah tiga hormon utama yang berperan:

  • Human Chorionic Gonadotropin (hCG): Hormon ini melonjak di trimester pertama dan mencapai puncak pada usia kehamilan 8-11 minggu. hCG memiliki reseptor di sistem saraf pusat yang bisa meningkatkan sensasi mual, sehingga aroma yang sebelumnya disukai bisa berubah menjadi pemicu rasa jijik.
  • Estrogen: Hormon ini juga mengalami peningkatan signifikan. Reseptor estrogen tersebar di seluruh sistem saraf pusat, termasuk di dalam hidung. Ketika kadarnya naik, aroma tercium lebih intens. Hal ini bisa terasa menyenangkan, tapi tak jarang juga membuat mual.
  • Progesteron: Hormon ini terus meningkat selama kehamilan dan membantu menebalkan lapisan rahim. Meski pengaruhnya terhadap penciuman tidak sebesar hCG atau estrogen, progesteron tetap berkontribusi melalui efeknya pada sistem saraf pusat dan pemrosesan sensorik.

Kondisi ini umumnya terjadi pada trimester pertama, saat tubuh sedang beradaptasi dengan kehamilan. Kabar baiknya, seiring bertambahnya usia kehamilan, sensitivitas penciuman biasanya akan kembali normal.

Jadi, jika kamu mengalami hal serupa, jangan khawatir berlebihan. Ini adalah bagian normal dari perjalanan kehamilan. Tetaplah nyaman dan hindari aroma yang memicu mual ya, Bunda.

Reporter: Maya Handayani