Banyak ibu merasa bersalah ketika mengambil waktu untuk diri sendiri. Padahal, seperti mesin yang perlu dipanaskan, tubuh dan pikiran kita juga butuh jeda agar tidak cepat aus. Produktif bukan berarti terus bergerak tanpa henti, melainkan mampu mengelola energi dengan bijak.

Mengapa Ibu Perlu Waktu untuk Diri Sendiri?

Menjalani peran sebagai ibu, istri, pekerja, dan anggota keluarga sekaligus bisa menguras tenaga. Tanpa disadari, kelelahan menumpuk dan membuat kita mudah tersinggung, kurang fokus, bahkan jatuh sakit. Memberi diri sendiri waktu istirahat adalah bentuk kasih sayang yang akan berdampak positif pada seluruh keluarga.

Psikolog Adhe Vrilia menekankan bahwa momen berkualitas tidak harus mahal atau lama. Rutinitas sederhana yang konsisten justru memperkuat ikatan emosional. "Ketika kita membangun aktivitas positif, itu menciptakan kelekatan emosional antar anggota keluarga," ujarnya dalam sebuah talkshow.

Contoh Jeda Sederhana yang Bisa Dicoba

  • Menikmati secangkir teh atau kopi tanpa gangguan gadget selama 10 menit.
  • Membaca buku atau mendengarkan musik favorit sebelum tidur.
  • Jalan pagi sendirian sambil menghirup udara segar.
  • Menulis jurnal singkat untuk menuangkan perasaan.
  • Menelepon sahabat dan mengobrol ringan.
  • Melakukan perawatan diri sederhana, seperti masker wajah atau merendam kaki.
  • Menonton film atau serial kesayangan tanpa rasa bersalah.
  • Mencoba hobi baru, misalnya merajut, berkebun, atau melukis.
  • Meditasi atau pernapasan dalam selama lima menit.
  • Tidur siang singkat saat anak tidur.

Jeda-jeda kecil ini membantu mengisi ulang energi dan membuat kita lebih sabar menghadapi tantangan harian.

Belajar dari Pengalaman Gusti Kanjeng Ratu Bendara

Tokoh publik Gusti Bendara membagikan pengalamannya membagi waktu antara pekerjaan dan keluarga. Ia dan suami berkomitmen menciptakan momen one-on-one dengan masing-masing anak. "Saya ajak jalan anak perempuan, suami ajak anak laki-laki, lalu kami tukar," ceritanya.

Menurutnya, durasi bukanlah hal utama. "Yang penting benar-benar hadir, 15 menit pun cukup," tambahnya. Ia juga menyadari pentingnya mengenali tanda tubuh. Beberapa tahun lalu, ia rutin sakit setiap tiga bulan hingga sadar butuh istirahat total. "Saya coba ambil satu hari benar-benar off," ujarnya.

Kampanye #TanggalMerahUntukIbu

Frisian Flag kental manis menggelar kampanye #TanggalMerahUntukIbu di Pakuwon Mall Yogyakarta, 2-4 Oktober 2026. Acara ini mengajak seluruh anggota keluarga memberi ibu kesempatan beristirahat dan menikmati hal yang disukai. Ada talkshow, booth pampering, dan berbagai aktivitas relaksasi.

Dengan jeda yang cukup, ibu dapat kembali menjalani peran dengan semangat dan perspektif positif. Jadi, jangan ragu mengambil waktu untuk diri sendiri. Keluarga akan semakin bahagia ketika ibu juga bahagia.