Bunda, siapa sih yang tidak menggunakan plastik dalam kehidupan sehari-hari? Dari botol minum, wadah makanan, hingga kemasan camilan, plastik memang sudah menjadi bagian tak terpisahkan. Namun, belakangan ini muncul kekhawatiran tentang dampak bahan kimia tertentu dalam plastik terhadap kesuburan. Apakah benar paparan plastik bisa membuat kita sulit hamil? Mari kita bedah faktanya.

Mengenal BPA dan Ftalat: Dua Zat yang Sering Dibicarakan

Dua kelompok bahan kimia yang paling sering dikaitkan dengan masalah kesuburan adalah Bisphenol A (BPA) dan ftalat. BPA biasanya ditemukan pada plastik keras dan lapisan kaleng makanan, sedangkan ftalat digunakan untuk membuat plastik lebih lentur dan tahan lama. Keduanya termasuk pengganggu hormon (endocrine-disrupting chemicals/EDCs), yang dapat mengacaukan sistem hormon tubuh. Padahal, hormon memegang peranan penting dalam proses reproduksi, mulai dari produksi sel telur hingga ovulasi.

Kesuburan Perempuan: Apa Kata Penelitian?

Sebuah meta-analisis terbaru pada 2026 yang mengolah data dari 38 penelitian dengan lebih dari 55 ribu partisipan menemukan adanya hubungan antara paparan BPA dan ftalat dengan penurunan kadar hormon AMH dan jumlah folikel antral pada perempuan. Kedua indikator ini sering dipakai untuk menilai cadangan ovarium. Namun, penelitian juga mengungkap bahwa hubungan ini tidak selalu berarti seseorang akan langsung mengalami infertilitas. Waktu yang dibutuhkan untuk hamil ternyata tidak dipengaruhi secara signifikan oleh paparan tersebut. Artinya, masih banyak faktor lain yang berperan.

Bagaimana dengan Kesuburan Pria?

Kesuburan adalah urusan bersama, tidak hanya perempuan. Penelitian pada pria menunjukkan bahwa paparan ftalat, seperti MEHP, DEHP, dan DBP, dapat memengaruhi kualitas sperma, termasuk konsentrasi dan pergerakannya. Sementara itu, paparan BPA juga dikaitkan dengan penurunan jumlah sperma. Studi LIFE yang melibatkan 501 pasangan menemukan bahwa beberapa jenis ftalat pada pria memperpanjang waktu untuk mencapai kehamilan. Jadi, peran pria dalam masalah ini tidak kalah penting.

Dampak pada Program Bayi Tabung

Bagi Bunda yang sedang menjalani program bayi tabung, paparan bahan kimia ini juga menjadi perhatian. Sebuah tinjauan sistematis pada 2025 menunjukkan bahwa ftalat dapat berdampak negatif pada beberapa parameter reproduksi, tetapi hasilnya belum konsisten. Penelitian lain tentang BPA menemukan adanya hubungan dengan penurunan tingkat fertilisasi normal dan jumlah embrio berkualitas tinggi, tetapi tidak berpengaruh signifikan pada angka kehamilan klinis. Jadi, kesimpulannya masih rumit dan perlu penelitian lebih lanjut.

Jangan Panik, Yuk Kurangi Paparan

Bunda, tidak perlu sampai membuang semua barang plastik di rumah. Yang penting adalah mengurangi paparan yang tidak perlu. Beberapa langkah sederhana yang bisa dilakukan antara lain:

  • Hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik, terutama di microwave.
  • Gunakan wadah kaca atau stainless steel untuk menyimpan makanan dan minuman.
  • Pilih botol minum bebas BPA yang terbuat dari kaca atau logam.
  • Kurangi penggunaan plastik sekali pakai seperti sedotan dan kantong plastik.
  • Cuci tangan sebelum makan, terutama setelah menyentuh barang berbahan plastik.

Dengan langkah kecil ini, Bunda sudah membantu menjaga kesehatan reproduksi. Ingat, kesuburan dipengaruhi banyak faktor, dan paparan plastik hanyalah salah satu faktor yang bisa kita kendalikan. Tetap berpikir positif, makan sehat, dan rutin berolahraga agar tubuh tetap bugar.