Apakah kamu termasuk orang yang butuh TV menyala untuk bisa terlelap? Jika iya, kamu tidak sendirian. Banyak orang memanfaatkan TV sebagai pengantar tidur, bukan hanya karena hiburan, tapi juga untuk meredakan kecemasan, kesepian, atau pikiran yang terlalu aktif. Psikolog klinis Dr. Patricia Dixon menjelaskan bahwa TV mampu mengalihkan perhatian lebih efektif daripada white noise, terutama bagi mereka yang otaknya terus bekerja. Suara TV menciptakan latar belakang yang menenangkan dan membantu otak berhenti berkutat pada kekhawatiran.
Meski terkesan sepele, kebiasaan ini ternyata berkaitan erat dengan karakter seseorang. Berikut adalah tujuh kepribadian yang sering terlihat pada mereka yang suka menyalakan TV untuk tidur.
1. Merasa Kesepian
Bagi mereka yang tinggal sendirian, keheningan malam bisa memperkuat rasa kesepian. Suara TV menjadi teman yang menghalau perasaan sendirian. Dr. Dixon mencontohkan seorang wanita lanjut usia yang mengaku tidak bisa tidur tanpa TV, karena suara itu membuatnya merasa tidak sendirian. Keheningan justru mengingatkannya pada kesendirian yang ia rasakan.
2. Mudah Cemas
Orang dengan gangguan kecemasan sering kali sulit mematikan pikiran di malam hari. Menyalakan TV membantu mengalihkan fokus otak dari kekhawatiran yang berputar-putar. Dengan menonton acara favorit, mereka bisa menenangkan diri dan mencegah pikiran negatif menguasai.
3. Hari yang Padat Aktivitas
Mereka yang super sibuk sepanjang hari kesulitan untuk bersantai saat malam tiba. TV menjadi sarana untuk mengalihkan energi dan membantu otak beristirahat. Suara dari acara atau film mencegah mereka memikirkan daftar tugas esok hari, sehingga tubuh dan pikiran bisa lebih rileks.
4. Overthinking
Apakah kamu sering begadang memikirkan keputusan masa lalu? Itulah tanda overthinking. Orang dengan kebiasaan ini membutuhkan distraksi agar pikiran tidak terus bekerja. TV memberikan stimulus yang cukup untuk menghentikan aliran pikiran yang tidak produktif.
5. Multitasker
Mereka yang terbiasa melakukan banyak hal sekaligus merasa nyaman dengan TV menyala saat tidur. Ini seperti menggabungkan dua aktivitas: menonton dan tidur. Dr. Dixon menyebut ini sebagai cara mereka untuk tetap merasa produktif, bahkan di waktu istirahat.
6. Takut Ketinggalan (FOMO)
Menyalakan TV untuk tidur sering kali berisiko membuat kita terjaga, terutama jika acara yang ditonton terlalu menarik. Dr. Dixon menyarankan untuk memilih acara yang biasa saja, bukan yang seru, agar tidak memicu FOMO dan justru menghalangi tidur.
7. Sensitif terhadap Suara
Beberapa orang sangat peka terhadap suara-suara kecil di malam hari, seperti suara kendaraan atau hewan. Sensitivitas ini membuat mereka mudah terjaga. TV yang menyala memberikan suara yang konsisten dan tidak mengejutkan, sehingga membantu mereka tidur lebih nyenyak.
Kebiasaan tidur dengan TV menyala tidak selalu buruk, tapi perlu diwaspadai jika menjadi satu-satunya cara untuk tidur. Jika kamu merasa terganggu, cobalah ganti dengan white noise atau musik yang menenangkan. Semoga informasi ini membantu kamu lebih memahami dirimu sendiri, ya!