Keputusan Hamish Daud dan Raisa untuk berpisah pada akhir 2025 lalu tentu bukan hal yang mudah. Namun, di balik perceraian tersebut, ada kisah mengharukan tentang bagaimana keduanya tetap bersatu demi buah hati tercinta, Zalina Raine Wyllie.

Dalam sebuah wawancara, Hamish mengungkapkan bahwa Zalina, yang kini berusia tujuh tahun, sudah memahami situasi orang tuanya. Baik Hamish maupun Raisa dengan sabar menjelaskan semuanya kepada putri kecilnya itu.

Komunikasi Terbuka dengan Sang Putri

Hamish menceritakan bahwa Zalina ternyata sudah mengerti tentang perpisahan orang tuanya. Ia dan Raisa sama-sama berkomunikasi dengan baik kepada Zalina, sehingga sang buah hati tidak merasa bingung atau sedih.

"Ya, dia mengerti. Raisa juga sangat baik dalam komunikasi, saya juga berbicara kepada Zalina, jadi dia tahu apa yang terjadi," ujar Hamish. "Itu sebabnya saya harus selalu ada di sini, menunjukkan bahwa saya ada untuknya."

Menurut Hamish, Zalina sudah menerima keadaan ini dan bahkan mulai menikmati hidupnya yang kini terasa lebih seru. "Dia punya kamar baru di apartemen, bisa jalan-jalan. Lusa kita pulang ke Bali, kita akan berkuda. Kita punya hal yang lebih seru untuk dia," ungkapnya.

Membangun Kepercayaan dan Kedekatan

Hamish mengaku memiliki aturan khusus untuk Zalina, yaitu harus belajar sesuatu yang baru setiap hari. Hal ini membuat putrinya semakin aktif dan banyak bertanya.

Meski kedekatan Zalina dengan Raisa sangat erat, Hamish juga memiliki ikatan yang unik dengan putrinya. Contohnya, saat mengajak Zalina berkuda untuk pertama kalinya. "Dia awalnya takut karena kudanya besar. Tapi saya bilang, 'Ada aku di sini'. Jadi ada trust dengan bapaknya, ada perasaan aman. Itu yang ingin saya jaga," cerita Hamish.

Selain berkuda, Hamish juga sering mengajak Zalina bermain di pantai atau sekadar boncengan naik motor. Hal-hal sederhana ini menjadi momen berharga bagi keduanya.

Prioritas Utama: Kebahagiaan Zalina

Hamish menegaskan bahwa setelah bercerai, semua keputusan yang diambilnya bersama Raisa semata-mata demi kebaikan Zalina. "Ini bukan tentang kita lagi, tapi tentang Zalina. Dia tidak bisa memilih untuk berada di sini, kita yang menempatkannya di sini. Jadi tanggung jawab kita untuk memastikan semuanya baik untuknya," tuturnya.

Hubungan baik antara Hamish dan Raisa pun tetap terjaga. Mereka sering menghabiskan waktu bersama Zalina, baik untuk jalan-jalan maupun sekadar quality time di rumah. "Kami selalu bicara, dan Zalina selalu bersemangat," lanjut Hamish.

Kisah Hamish dan Raisa ini menjadi contoh bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya, terutama ketika ada anak yang harus dijaga tumbuh kembangnya. Dengan komunikasi yang baik dan saling mendukung, kebahagiaan anak tetap bisa terwujud.