Setelah menyelesaikan tur album 'Eternal Sunshine', Ariana Grande mengumumkan akan berhenti sejenak dari aktivitas publik. Pengumuman ini disampaikannya di konser pertamanya di Chicago, 3 Agustus lalu. Ia menegaskan bahwa keputusan ini bukanlah hal yang impulsif, melainkan sudah direncanakan dengan matang.

'Ini bukan reaksi sesaat. Saya sudah memikirkannya lama dan keputusan ini datang dari keyakinan yang kuat,' ujar Ariana kepada penonton, seperti dilansir Variety.

Kabar ini muncul di tengah sorotan tajam netizen terhadap kondisi fisiknya. Sejak membintangi film 'Wicked', banyak yang mengomentari tubuhnya yang semakin kurus. Belakangan, saat merilis album baru 'Petal', kritik serupa kembali menghujaninya. Banyak yang menuduhnya mengalami gangguan makan, sementara yang lain membelanya dan menganggap komentar tersebut sebagai bentuk body shaming.

Dampak Komentar Publik pada Selebriti

Sebagai publik figur, Ariana memiliki pengaruh besar, terutama pada penggemar mudanya. Komentar negatif tentang tubuhnya tidak hanya berdampak pada kesehatan mentalnya, tetapi juga bisa memicu penggemar untuk meniru pola hidup yang tidak sehat. Penelitian oleh Brown dan Tiggemann menunjukkan bahwa paparan citra selebriti dan kebiasaan membandingkan diri dengan mereka berkorelasi dengan pandangan negatif terhadap tubuh sendiri.

Aktris Jameela Jamil pun menyuarakan keprihatinannya. Lewat Instagram, ia menulis, 'Jika kita mengomentari tubuhnya, kita bisa memperburuk kondisi mentalnya. Namun, jika kita diam, kita bisa menormalisasi citra tubuh yang tidak sehat di mata jutaan remaja.'

Psikolog Kim Lampson menambahkan bahwa tren tubuh kurus ekstrem saat ini kembali menggeser gerakan body positivity. Banyak selebriti yang menggunakan obat pelangsing, dan ini bisa memengaruhi cara pandang publik terhadap tubuh ideal.

Belajar dari Pengalaman Selebriti Lain

Kisah Ariana bukanlah yang pertama. Taylor Swift pernah mengaku berhenti makan karena komentar publik tentang tubuhnya. Lorde juga mengalami hal serupa dan mengabadikannya dalam lagu 'Girl, so confusing'. Mereka semua menunjukkan betapa tekanan publik bisa sangat berdampak pada kesehatan fisik dan mental.

Kita perlu belajar untuk lebih berhati-hati dalam berkomentar. Mengomentari tubuh seseorang, terutama selebriti, bukanlah hal yang bijak. Kita tidak pernah tahu apa yang sedang mereka alami. Alih-alih menghakimi, mari kita fokus pada hal-hal yang lebih positif dan mendukung.

Pada akhirnya, setiap orang berhak diperlakukan dengan hormat, termasuk selebriti. Mari kita ciptakan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi semua orang, tanpa perlu mengomentari hal-hal yang bersifat pribadi seperti bentuk tubuh.