Beberapa tahun belakangan, nama Dewi Sandra memang jarang menghiasi layar kaca. Keputusannya untuk hijrah dan membatasi aktivitas di dunia entertainment bukan tanpa alasan. Bagi perempuan berdarah Inggris ini, ada momen penting yang mengubah seluruh arah hidupnya.

Pertanyaan Besar yang Mengubah Segalanya

Semua bermula dari kegelisahan batin yang kerap menghantuinya seiring bertambahnya usia. Dewi mulai mempertanyakan tujuan hidupnya di dunia ini. Ia sadar bahwa kematian adalah kepastian yang tak bisa dihindari, dan hal itu memicu pertanyaan mendasar: apa yang sebenarnya ia cari dalam hidup ini?

Dalam sebuah kesempatan, pelantun “Satu Cinta” ini mengaku sempat berpikir bahwa hidup hanyalah soal mencari uang, menikah, punya anak, lalu menunggu masa tua. Namun, pemikiran itu terasa hampa dan membuatnya semakin haus akan jawaban yang lebih bermakna.

Duka Beruntun yang Menjadi Titik Balik

Tak lama setelah ibunda tercinta berpulang pada 2008, Dewi juga harus menghadapi kenyataan pahit dengan berakhirnya pernikahan keduanya bersama Glenn Fredly. Dua peristiwa menyedihkan itu datang silih berganti dan menjadi pemicu besar baginya untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan.

Dewi merasa ada yang salah dalam hidupnya, meski saat itu ia belum paham apa yang keliru. Perlahan, ia mulai menyadari bahwa hidup yang dijalaninya bukanlah miliknya sepenuhnya. Ada Sang Pemilik kehidupan yang harus ia pahami kehendaknya.

Langkah Awal Menuju Perubahan

Perjalanan hijrah Dewi dimulai dengan mengikuti kajian-kajian Islam. Ia mengaku tidak memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat, karena masa kecilnya dihabiskan di sekolah internasional dan lingkungan yang jauh dari nilai-nilai Islam. Namun, kegigihannya untuk belajar perlahan membawanya pada pencerahan.

Salah satu hal yang membuatnya terpukau adalah ketika ia memahami makna salat. Baginya, salat bukan sekadar ritual, melainkan cara berkomunikasi dengan Allah. Ia merasa bahwa meminta pertolongan hanya kepada manusia justru membuat hidupnya semakin berat, penuh pengkhianatan dan kekecewaan. Sedangkan kepada Allah, ia menemukan tempat bersandar yang tak pernah mengecewakan.

Menemukan Kedamaian dalam Islam

Semakin dalam ia menyelami ajaran Islam, semakin banyak kemudahan yang ia rasakan. Dewi bertemu dengan orang-orang baik yang membantunya memahami ayat-ayat Allah. Ia mengaku mulai jatuh cinta pada Islam dan sadar bahwa dirinya selama ini begitu jauh dari Sang Pencipta.

Kisah Dewi Sandra ini menjadi pengingat bahwa hidayah bisa datang dari mana saja, bahkan dari duka terdalam sekalipun. Perjalanan spiritualnya membuktikan bahwa selalu ada ruang untuk berubah menjadi lebih baik, asalkan kita mau membuka hati dan mencari kebenaran.