Belakangan, gaya hidup minimalis memang sedang naik daun. Banyak orang mulai mengurangi konsumsi dan memilih barang berkualitas yang tahan lama. Tapi bagi Manohara, ini bukan hal baru. Ia sudah menerapkannya jauh sebelum tren ini merebak.

Bukan Sekadar Ikut Tren

Dalam sebuah kesempatan, Manohara mengaku tidak pernah tergoda untuk membeli barang-barang terbaru hanya karena sedang tren. Ia lebih memilih menggunakan apa yang masih layak dan nyaman. "Saya dari dulu seperti itu, bukan tipe yang ngikutin tren. Kalau ada tas model baru atau baju baru, saya enggak harus punya," ujarnya.

Salah satu bukti nyata adalah celana yang ia kenakan saat wawancara. Celana itu dibelinya pada tahun 2010 atau 2011. "Kalau masih bisa dipakai, kenapa tidak? Saya suka model klasik yang timeless, jadi tidak terpengaruh tren," tambahnya.

Pilih yang Timeless

Manohara juga meluruskan anggapan bahwa ia memiliki koleksi tas dan sepatu mewah dalam jumlah banyak. "Itu salah persepsi. Saya enggak punya banyak. Tapi kalau beli, saya pastikan benar-benar suka dan bisa dipakai berulang kali," jelasnya.

Ia selalu mempertimbangkan desain yang tidak lekang oleh waktu. "Saya lihat modelnya timeless, bisa dipakai 10 tahun lagi tetap oke. Itu yang penting," pungkasnya.

Bagi Manohara, hidup minimalis bukanlah pengorbanan, melainkan kebebasan. Dengan tidak terikat pada tren, ia bisa lebih fokus pada hal-hal yang benar-benar berarti. Sebuah pelajaran berharga di tengah godaan konsumerisme yang tak ada habisnya.