Namanya Nana Kwaku Bonsam, seorang dukun asal Ghana yang belakangan ini jadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola. Bukan cuma sekali, ia sudah beberapa kali bikin heboh dengan ramalan nyelenehnya. Yang terbaru, ia menyebut Argentina, tim unggulan yang diperkuat Lionel Messi, bakal tumbang di tangan Cape Verde di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Pertandingan itu sendiri dijadwalkan pada 5 Juli mendatang.
Awal Mula Viral: Kutukan untuk Harry Kane
Sebelum ramalan kontroversial itu, Nana Kwaku Bonsam lebih dulu viral karena mengaku mengirim kutukan kepada kapten Timnas Inggris, Harry Kane. Klaim ini sontak memicu perdebatan sengit di media sosial. Ada yang menganggapnya cuma lelucon, tapi tak sedikit yang mengaitkannya dengan nasib apes yang kerap menghampiri Kane di turnamen besar. Meski begitu, belum ada bukti ilmiah yang mendukung klaim supranatural semacam ini.
Siapa Nana Kwaku Bonsam?
Dukun ini bukan pendatang baru. Selama lebih dari satu dekade, ia sering tampil di televisi dan media lokal Ghana, mengaku bisa memengaruhi hasil pertandingan lewat ilmu spiritual. Julukan "Bonsam" dalam bahasa Twi berarti "setan" atau "iblis"—sebuah nama yang sengaja ia pilih untuk memperkuat citranya sebagai praktisi spiritual tradisional. Meski kontroversial, ia selalu berhasil menyedot perhatian publik, terutama di era digital seperti sekarang.
Ramalan yang Bikin Geleng-geleng Kepala
Kali ini, Nana dengan percaya diri menyebut Argentina bakal disingkirkan Cape Verde. Padahal, Argentina adalah salah satu favorit juara. Lionel Messi sedang dalam performa gemilang, sudah mencetak 6 gol di tiga pertandingan awal. Di sisi lain, Cape Verde adalah tim debutan yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia. Namun, mereka tak bisa diremehkan: sukses menjadi runner-up di grup yang berisi Spanyol, Uruguay, dan Arab Saudi.
Apakah ramalan ini akan jadi kenyataan? Publik terbelah antara percaya dan skeptis. Yang jelas, cerita-cerita seperti ini selalu mewarnai perhelatan sepak bola internasional, mengingatkan kita bahwa kepercayaan tradisional dan budaya lokal kadang bertemu dengan olahraga modern dalam cara yang paling tak terduga.