Bernadya kembali menyapa penggemar dengan album terbarunya yang bertajuk 'Semoga Hanya di Mimpi'. Bukan sekadar kumpulan lagu, album ini menjadi semacam buku harian yang merekam kegelisahan dan ketakutan yang selama ini ia pendam.

Makna di Balik Judul Album

Judul album ini diambil dari sepenggal lirik di lagu pertama. Bernadya mengaku kalimat itu paling mewakili isi hatinya. 'Aku berharap semua ketakutan yang tertuang di lagu-lagu ini hanya terjadi dalam mimpi, bukan dalam kenyataan,' ungkapnya dalam sebuah wawancara di Jakarta Selatan.

Ketakutan Saat Hidup Terlalu Tenang

Pelantun 'Untungnya, Hidup Harus Tetap Berjalan' ini mengaku sering dilanda kecemasan saat hidupnya terasa terlalu damai. 'Aneh ya, tapi justru saat semuanya baik-baik saja, aku malah khawatir akan datang bencana besar,' katanya. Perasaan inilah yang menjadi inspirasi utama album ini.

Babak Baru dalam Bermusik

Album ini menandai babak baru perjalanan musik Bernadya. Lewat 10 lagu di dalamnya, ia mencoba tampil lebih jujur dan rentan. 'Aku menulis lagu-lagu tentang apa yang aku takutkan. Semoga pendengar bisa ikut merasakan dan menemukan ruang untuk memahami ketakutan mereka sendiri,' pungkasnya.