Bagi para ibu yang mungkin khawatir soal keamanan makanan instan, ada kabar baik nih! PT Halalan Tayyiban Indonesia (HATI), perusahaan yang memproduksi makanan siap saji untuk jemaah haji, baru saja mendapatkan penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Penghargaan ini diberikan karena konsistensi mereka dalam menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) di bidang pangan. Artinya, produk mereka sudah terjamin aman dan berkualitas.

Mengubah Persepsi Masyarakat

Pemilik PT HATI, Puspo Wardoyo, mengaku bersyukur atas apresiasi ini. Selama hampir lima tahun mengembangkan makanan siap saji untuk haji, tantangan terbesar bukanlah soal produksi, melainkan mengubah anggapan masyarakat. Banyak yang mengira makanan siap saji itu tidak enak dan penuh pengawet. Padahal, produk mereka tanpa bahan pengawet, tahan lama di suhu ruang, dan rasanya tetap seperti makanan segar.

“Alhamdulillah, tahun lalu hampir 99% kebutuhan makanan jemaah haji Indonesia menggunakan produk kami. Kami optimis ke depannya akan semakin banyak yang beralih ke makanan siap saji yang aman dan lezat ini,” ujar Puspo.

Standar Keamanan Pangan yang Ketat

Direktur Utama PT HATI, Sugiri, menjelaskan bahwa penerapan Program Manajemen Risiko adalah standar penting yang harus dipenuhi industri pangan. BPOM fokus pada keamanan pangan karena dampaknya sangat besar jika makanan tidak aman. Sejak 2019, BPOM telah mendampingi PT HATI, dan sertifikasi PMR mulai diimplementasikan pada 2024 melalui bimbingan teknis, evaluasi, dan audit menyeluruh.

Setiap enam bulan sekali, perusahaan wajib melaporkan implementasi sistem ke BPOM. Menjelang musim haji, BPOM juga melakukan audit langsung ke fasilitas produksi untuk memastikan semua proses berjalan aman sebelum produk dikirim ke Arab Saudi.

Apresiasi dari BPOM

Kepala BPOM, Prof. dr. Taruna Ikrar, mengungkapkan bahwa penerapan PMR semakin berkembang, tidak hanya di industri besar tapi juga UMKM. Dari ribuan pelaku industri, BPOM memilih tujuh perusahaan untuk diberikan apresiasi, dan PT HATI salah satunya. Pertimbangannya meliputi lamanya melaksanakan program, kepatuhan terhadap ketentuan, dan perkembangan industri.

Setiap tahun, PT HATI memvalidasi menu-menu baru yang akan diekspor ke Arab Saudi. Proses ini memakan waktu tiga hingga empat bulan untuk memastikan standar keamanan pangan terpenuhi. Untuk musim haji 2026, perusahaan mengirimkan sekitar 2 juta porsi makanan siap saji untuk jemaah selama puncak ibadah di Armuzna. Produk ini dibuat dari bahan baku alami asli Indonesia tanpa pengawet, sekaligus mendukung pertanian dan peternakan lokal.

Dengan pengakuan dari BPOM ini, kepercayaan terhadap makanan siap saji semakin kuat. Jadi, bagi ibu-ibu yang ingin memberikan makanan praktis namun tetap aman untuk keluarga, produk dengan standar seperti ini bisa menjadi pilihan terpercaya.