Pernahkah Bunda membayangkan seseorang bisa begitu terobsesi dengan kehamilan hingga rela menghilangkan nyawa orang lain? Kisah nyata Taylor Parker, yang kini diangkat dalam film dokumenter Maternal Instinct di Netflix, membuktikan bahwa obsesi semacam itu benar-benar ada.
Awal Mula Kebohongan
Semua bermula saat Taylor menjalin hubungan dengan Wade Griffin pada 2019. Tak lama setelah berpacaran, ia mengaku hamil anak kembar. Namun, karena kecelakaan 'aneh', katanya, bayi-bayi itu hilang. Setelah sempat renggang, Taylor kembali mengabarkan kehamilan pada awal 2020 dan mengaku akan melahirkan September tahun itu.
Wade percaya begitu saja. Ia sering melihat Taylor mengalami mual-mual dan menghabiskan waktu berjam-jam di kamar mandi. Perut Taylor pun semakin membesar, dan ia bahkan menunjukkan hasil USG yang ternyata dipesan secara online. “Dia selalu punya jawaban dan dokumen pendukung untuk semuanya,” ujar Wade.
Selama pandemi COVID-19, Wade tak bisa menemani Taylor ke dokter. Ia sibuk membeli perlengkapan bayi dan sudah memberi nama Clancy Gayle untuk bayi perempuan yang dikandung. Taylor bahkan mengadakan acara gender reveal. Namun, di acara itulah mantan temannya, McKenzie Bright, mulai curiga. Pasalnya, Taylor pernah mengatakan ia tak bisa hamil lagi karena menjalani histerektomi setelah melahirkan dua anak sebelumnya.
Pembunuhan Sadis demi Bayi
Untuk memuluskan kebohongannya, Taylor melakukan aksi nekat. Ia membunuh temannya sendiri, Reagan Simmons-Hancock, yang saat itu tengah hamil 35 minggu. Keduanya bertemu pada 2019 saat Taylor memotret pernikahan Reagan. Reagan dikenal ramah dan bahkan membela Taylor ketika orang lain meragukan kehamilannya.
Pada awal Oktober 2020, saat mereka bersama, Taylor menggunakan pisau bedah untuk mengeluarkan bayi dari kandungan Reagan. Ia bahkan membisikkan, “Ucapkan selamat tinggal pada ibumu,” sebelum membawa bayi itu pergi. Polisi menghentikan mobil Taylor yang melaju kencang, dan ia mengaku baru saja melahirkan. Bayi malang itu dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tak tertolong. Taylor sendiri dibawa ke rumah sakit, namun dokter tidak menemukan tanda-tanda ia baru melahirkan.
Hukuman Mati untuk Ibu Dua Anak
Dalam interogasi, Taylor terus mengulang, “Saya tidak membunuh siapa pun,” dan bersikeras bayi itu adalah anaknya. Namun, bukti menunjukkan sebaliknya: Reagan ditemukan dengan 15 luka tusuk dan 98 luka sayat. Taylor dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman mati di Texas. Ia kini menjadi perempuan termuda dalam daftar terpidana mati negara bagian itu.
Kasus ini terungkap lebih dalam saat jaksa membongkar riwayat kebohongan Taylor. Ia ternyata telah memalsukan beberapa kehamilan sebelumnya, termasuk dengan mantan suaminya, Hunter Parker, dan bahkan mengaku hamil anak kembar saat pertama kali bertemu Wade. Catatan pencarian online-nya mengungkap kata kunci seperti 'perut silikon kehamilan murah', 'adopsi bayi baru lahir', dan 'video operasi caesar'.
Kisah Taylor Parker menjadi pengingat kelam tentang bahaya obsesi yang tak terkendali. Semoga tidak ada lagi ibu yang harus menjadi korban kegilaan serupa.