Pemeriksaan USG (ultrasonografi) adalah salah satu langkah penting dalam memantau kehamilan. Di awal kehamilan, USG biasanya dilakukan untuk memastikan adanya kantong kehamilan, detak jantung janin, dan perkiraan usia kehamilan. Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah, apakah perlu menjalani USG lagi di trimester pertama jika sudah pernah melakukannya?
USG Pertama vs USG Lanjutan
Menurut dokter spesialis, Dr. Ngo Trung Nam, USG awal dan USG lanjutan di trimester pertama memiliki tujuan yang berbeda. USG pertama bertujuan untuk mengonfirmasi kehamilan, sementara USG lanjutan, yang dikenal sebagai pemindaian morfologi, dilakukan untuk memeriksa detail perkembangan fisik janin dan mendeteksi potensi risiko atau kelainan sejak dini.
Pada trimester pertama, banyak struktur penting janin sudah terbentuk dan dapat terlihat dengan jelas. Inilah mengapa periode ini disebut sebagai 'masa keemasan' untuk deteksi dini. Dengan USG lanjutan, dokter dapat melakukan pemeriksaan sistematis terhadap organ-organ vital janin, sehingga jika ada masalah, penanganan bisa dimulai lebih awal.
Apa Itu NT Scan?
Salah satu jenis USG lanjutan yang penting di trimester pertama adalah nuchal translucency scan (NT Scan). Pemeriksaan ini dilakukan antara minggu ke-11 dan ke-13 kehamilan, idealnya minggu ke-11 hingga ke-12. NT Scan mengukur ketebalan cairan di belakang leher janin, yang dapat menjadi indikator risiko kelainan kromosom seperti sindrom Down.
Prosedur ini non-invasif, artinya tidak menimbulkan risiko fisik bagi ibu atau janin. USG dapat dilakukan secara transvaginal atau abdominal, tergantung posisi janin dan kondisi ibu. Meskipun mungkin terasa sedikit tekanan, prosedur ini seharusnya tidak menyakitkan.
Siapa yang Disarankan Melakukan NT Scan?
American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) merekomendasikan agar semua ibu hamil, tanpa memandang usia, ditawari skrining genetik prenatal termasuk NT Scan. Bahkan bagi mereka yang menjalani program bayi tabung atau pengujian genetik pra-implantasi, pemeriksaan ini tetap dianjurkan.
Namun, perlu diingat bahwa NT Scan bukanlah tes diagnostik. Hasilnya hanya memberikan perkiraan risiko, bukan kepastian. Akurasi deteksi sindrom Down sekitar 70%, dan dapat meningkat hingga 95% jika dikombinasikan dengan tes darah non-invasif (NIPT).
Kesimpulan
Jadi, Bunda, jika sudah melakukan USG di awal kehamilan, bukan berarti tidak perlu USG lagi. Pemeriksaan lanjutan seperti NT Scan sangat bermanfaat untuk mendeteksi kelainan sejak dini. Konsultasikan dengan dokter kandungan untuk menentukan jadwal dan jenis USG yang tepat sesuai kondisi kehamilan Anda. Dengan pemantauan yang baik, kehamilan bisa berjalan lebih sehat dan tenang.