Bunda, pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Jawa ternyata membawa dampak besar bagi kehidupan sehari-hari, terutama ibu rumah tangga dan pelaku usaha kecil. Keluhan bertebaran di media sosial, mulai dari ASI perah yang basi hingga kerugian UMKM.

Penyebab Listrik Padam

PLN melalui Direktur Utamanya, Darmawan Prasodjo, menyampaikan permintaan maaf atas pemadaman ini. Gangguan pasokan batu bara dan masalah teknis di dua pembangkit besar di Jawa disebut sebagai penyebab utamanya. PLN berjanji akan memperbaiki pasokan medium rank coal agar pasokan listrik kembali normal.

Dampak pada UMKM

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengungkapkan bahwa pemadaman ini mengganggu operasional usaha kecil. Pedagang es, misalnya, tidak bisa menjual karena es batu mencair. Begitu pula penjual frozen food yang bergantung pada pendingin. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga menegaskan bahwa kondisi ini menghambat produksi dan memicu kerugian.

ASI Perah Basi, Mom Sedih

Yang paling menyentuh hati adalah nasib para ibu menyusui. Stok ASI perah yang disimpan di kulkas harus terbuang sia-sia karena listrik mati berjam-jam. Seorang bunda dengan akun @ginalevinaa mengeluh di Thread, menunjukkan kantong ASI yang mencair. “Definisi sakit ga berdarah, susah-susah nabung ASI, leleh dalam sehari gara-gara pemadaman bergilir,” tulisnya. Banyak netizen ikut berbagi cerita serupa, ada yang kehilangan 20 kantong ASI lebih.

Pemadaman ini mengingatkan kita pentingnya memiliki cadangan listrik, seperti genset atau power bank, terutama bagi ibu yang memiliki bayi dan stok ASI. Semoga PLN segera menuntaskan masalah ini agar kehidupan kembali normal.