Banyak mitos kesehatan yang sudah mendarah daging dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari anjuran minum delapan gelas air sehari hingga larangan berenang setelah makan. Sayangnya, beberapa di antaranya tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Berikut ini beberapa mitos kesehatan populer dan faktanya yang perlu Bunda ketahui.

1. Harus Minum Delapan Gelas Air Sehari

Anjuran minum delapan gelas air per hari memang mudah diingat, tetapi kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda. Faktor seperti usia, berat badan, jenis kelamin, aktivitas, dan suhu lingkungan memengaruhi kebutuhan cairan. Rata-rata pria usia 19–30 tahun membutuhkan sekitar 3,7 liter cairan per hari, sedangkan perempuan sekitar 2,7 liter. Angka ini mencakup cairan dari makanan dan minuman lain, bukan hanya air putih.

2. Cuaca Dingin Menyebabkan Sakit

Keluar rumah saat cuaca dingin tidak langsung membuat kita flu. Penyakit flu disebabkan oleh virus, bukan suhu udara. Meskipun demikian, musim dingin dapat meningkatkan penyebaran virus karena udara kering dan orang lebih sering berkumpul di ruangan tertutup. Jadi, yang membuat sakit adalah virus, bukan dinginnya udara.

3. Sarapan adalah Waktu Makan Terpenting

Sarapan sering disebut sebagai waktu makan paling penting. Memang, orang yang sarapan cenderung memiliki pola makan lebih baik. Namun, penelitian belum membuktikan bahwa sarapan otomatis membuat kesehatan lebih baik. Yang terpenting adalah kualitas makanan dan pola makan sepanjang hari. Bagi sebagian orang, sarapan membantu memenuhi kebutuhan nutrisi; bagi yang lain, melewatkannya juga tidak masalah selama gizi tercukupi.

4. Harus Berjalan 10.000 Langkah Sehari

Target 10.000 langkah sangat populer, tetapi angka itu bukan patokan ilmiah. Studi terbaru menunjukkan sekitar 7.000 langkah per hari sudah cukup untuk menurunkan risiko berbagai penyakit, seperti jantung, diabetes, kanker, demensia, dan depresi. Jadi, tidak perlu merasa gagal jika belum mencapai 10.000 langkah. Yang penting adalah meningkatkan aktivitas fisik secara bertahap.

5. Membunyikan Buku Jari Menyebabkan Radang Sendi

Suara 'krek' saat membunyikan buku jari sering dianggap merusak sendi. Faktanya, penelitian tidak menemukan hubungan antara kebiasaan ini dengan arthritis atau radang sendi. Suara tersebut berasal dari perubahan tekanan dan gelembung gas dalam cairan sendi. Kebiasaan ini juga tidak menyebabkan penurunan fungsi tangan secara signifikan.

6. Vaksin Flu Menyebabkan Flu

Vaksin flu suntik menggunakan virus yang sudah dinonaktifkan, sehingga tidak mungkin menyebabkan flu. Jika setelah vaksinasi muncul nyeri di lokasi suntikan atau merasa kurang enak badan, itu adalah respons normal sistem kekebalan tubuh. Bisa juga seseorang sudah terpapar virus sebelum vaksin bekerja. Vaksinasi flu tetap penting untuk mengurangi risiko flu berat.

7. Membaca dalam Cahaya Minim Merusak Mata

Membaca dengan pencahayaan kurang memang membuat mata cepat lelah, tetapi tidak menyebabkan kerusakan permanen. Masalah penglihatan jangka panjang lebih dipengaruhi oleh faktor usia dan kondisi mata tertentu. Meski begitu, pencahayaan yang cukup tetap dianjurkan agar membaca lebih nyaman.

8. Harus Menunggu 30 Menit Setelah Makan Sebelum Berenang

Nasihat ini sudah lama beredar, konon karena pencernaan mengalihkan aliran darah sehingga otot kram dan berisiko tenggelam. Namun, American Red Cross menyatakan bahwa berenang dalam waktu satu jam setelah makan tidak meningkatkan risiko tenggelam. Risiko saat berenang lebih terkait dengan infeksi air, kecelakaan, dan kurangnya pengawasan.

9. Urutan Minum Alkohol Menentukan Beratnya Hangover

Ungkapan 'beer before liquor, never been sicker' terdengar meyakinkan, tapi urutan minuman bukan faktor utama hangover. Jumlah alkohol yang dikonsumsi jauh lebih berpengaruh. Semakin banyak alkohol, semakin besar kemungkinan hangover, terlepas dari urutan minumnya.

10. Tidak Bisa Hamil Saat Menstruasi

Peluang hamil saat menstruasi memang lebih rendah, tetapi bukan tidak mungkin. Waktu ovulasi bisa berbeda pada setiap orang, terutama yang siklusnya pendek. Sperma dapat bertahan hidup di saluran reproduksi hingga lima hari. Jika ovulasi terjadi lebih awal, hubungan seksual menjelang akhir menstruasi bisa berujung kehamilan. Jadi, menstruasi bukan metode kontrasepsi yang aman.

Mitos kesehatan bertahan karena menawarkan jawaban sederhana untuk masalah tubuh yang kompleks. Padahal, kebutuhan setiap orang berbeda dan ilmu kesehatan terus berkembang. Penting untuk selalu mencari informasi yang akurat dan berkonsultasi dengan tenaga profesional sebelum mengambil keputusan kesehatan.

Reporter: Salsabila Wahyudi