Pulau Obi, yang tersembunyi di Maluku Utara, menyimpan keindahan yang jarang tersentuh. Di sinilah sekelompok karyawan Harita Nickel, melalui Komunitas Lintas Alam Bebas (Libas), menemukan cara unik untuk mengenal lingkungan tempat mereka bekerja sekaligus melepas penat.
Awal Mula Komunitas Libas
Berdiri sejak 2022, Libas berawal dari perjalanan sederhana 12 karyawan yang menyusuri kawasan Danau Karo. Kini, komunitas ini telah melakukan lebih dari 20 ekspedisi ke berbagai penjuru Pulau Obi, dari perbukitan hingga pesisir.
Menjelajah dan Belajar
Setiap kegiatan Libas bukan sekadar hiking atau berkemah. Anggota komunitas diajak untuk mengamati kondisi lingkungan, memahami keanekaragaman hayati, dan belajar tentang pentingnya menjaga kelestarian alam. Setyawan, inisiator Libas, menekankan bahwa kegiatan ini menjadi wadah untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap alam.
Kesan Anggota: Lebih dari Sekadar Petualangan
Muhammad Nur Wahid, karyawan DCM, mengaku kegiatan Libas membuka matanya akan keindahan Pulau Obi yang selama ini hanya menjadi tempat bekerja. Sementara itu, Tasya Ayu Chandra Aulia dari HPAL menambahkan bahwa eksplorasi ini memberikan energi baru dan wawasan tentang potensi wisata alam yang belum banyak diketahui orang.
Selaras dengan Komitmen Perusahaan
Semangat Libas sejalan dengan komitmen Harita Nickel dalam praktik pertambangan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, karyawan tidak hanya menikmati alam, tetapi juga menjadi duta lingkungan yang peduli terhadap masa depan Pulau Obi.
Bagi para anggota, setiap langkah di Pulau Obi adalah bentuk apresiasi dan kepedulian. Mereka percaya, dengan mengenal alam lebih dekat, kita akan semakin tergerak untuk menjaganya.