Upaya Presiden Trump untuk membatasi kewarganegaraan berdasarkan kelahiran memang telah kandas di Mahkamah Agung. Namun, semangatnya untuk menekan imigrasi ilegal tak surut. Kini, perhatian beralih ke praktik yang disebut 'wisata kelahiran'—di mana perempuan hamil dari luar negeri sengaja datang ke AS agar anaknya otomatis menjadi warga negara.
Rencana Pelarangan Masuk
Menurut sumber internal pemerintah, sejumlah opsi sedang dibahas. Mulai dari menuntut pihak yang terlibat dalam skema wisata kelahiran, hingga larangan total bagi ibu hamil asing untuk memasuki AS. Seorang pejabat yang enggan disebut namanya mengatakan, 'Kami akan terus memerangi faktor pendorong imigrasi ilegal, termasuk mereka yang datang dengan niat curang hanya untuk melahirkan di sini.'
Alasan di Balik Kebijakan
Kepala Departemen Keamanan Dalam Negeri, Markwayne Mullin, mengungkapkan kekhawatirannya dalam acara Fox & Friends. Ia mencontohkan kasus di mana turis asing datang pada usia kehamilan delapan bulan, melahirkan, lalu kembali ke negara asal. 'Anak mereka tumbuh di bawah rezim komunis, tapi tetap menjadi warga negara AS. Mereka bisa kembali, kuliah, bahkan mencuri kekayaan intelektual. Ini masalah keamanan nasional,' tegas Mullin.
Meski begitu, belum ada data pasti tentang seberapa sering praktik ini terjadi. Center for Immigration Studies memperkirakan ada 20.000 hingga 26.000 kasus per tahun—kurang dari 1 persen total kelahiran di AS. Lembaga Kebijakan Migrasi menyebutnya sebagai 'praktik yang jarang terjadi'.
Langkah Konkret Pemerintah
Departemen Luar Negeri AS baru-baru ini membongkar jaringan wisata kelahiran di Afrika Barat yang melibatkan lebih dari 100 warga asing dengan dokumen palsu. Temuan ini memicu tindakan lebih keras. Petugas konsuler kini memiliki wewenang menolak visa turis bagi pelancong yang diduga datang untuk melahirkan. Petugas Bea Cukai juga bisa menolak masuk jika tujuan utama perempuan tersebut adalah melahirkan di AS.
Saat ini, ibu hamil belum dilarang secara eksplisit. Namun, kebijakan ini bisa berubah kapan saja seiring pembahasan di internal pemerintah. Yang jelas, era wisata kelahiran di bawah pemerintahan Trump semakin terancam.