Setiap pasangan yang sedang berjuang untuk memiliki momongan pasti ingin melakukan yang terbaik. Mulai dari pola makan sehat, olahraga teratur, hingga mengatur waktu istirahat. Namun, ada satu faktor yang sering terlewatkan: paparan bahan kimia dari produk rumah tangga. Beberapa zat kimia ternyata bisa mengganggu keseimbangan hormon dan menurunkan kualitas sel telur maupun sperma, sehingga memperkecil peluang hamil.

1. Bisphenol A (BPA) dari Plastik dan Kaleng

BPA adalah bahan kimia yang banyak ditemukan dalam plastik, resin epoksi, hingga lapisan kaleng makanan. Paparan BPA sangat luas, mulai dari botol minum, wadah makanan, sampai struk belanja. Menurut dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Alex Robles, BPA bisa meniru hormon estrogen dalam tubuh dan mengganggu siklus menstruasi, ovulasi, serta fungsi ovarium. Tak hanya itu, kualitas sperma pun bisa terpengaruh. Sebaiknya hindari memanaskan makanan dalam wadah plastik dan pilih produk bebas BPA.

2. Petroleum dan Turunan Benzena

Petroleum ditemukan di banyak barang rumah tangga, seperti cat kuku, lilin aromaterapi, parfum sintetis, hingga kantong sampah. Produk berbasis petroleum melepaskan senyawa organik volatil, termasuk benzena, yang bisa bertahan lama di udara dalam ruangan. Studi pada pekerja industri menunjukkan paparan benzena dapat menurunkan jumlah sperma dan merusak DNA. Hindari lilin beraroma kuat dan produk berlabel 'parfum' yang tidak jelas kandungannya.

3. Ftalat pada Plastik Lunak dan Pewangi

Ftalat digunakan untuk membuat plastik lebih lentur dan banyak terdapat pada produk perawatan pribadi, pengharum ruangan, serta mainan. Bahan kimia ini dikenal sebagai pengganggu endokrin yang bisa memengaruhi perkembangan sperma dan ovarium. Sebuah studi tahun 2023 menemukan bahwa paparan ftalat pada wanita yang mencoba hamil menurunkan peluang kehamilan hingga 12–18% setiap siklusnya. Pilihlah produk bebas ftalat dan kurangi penggunaan pengharum ruangan sintetis.

4. Paraben dalam Kosmetik dan Pembersih

Paraben adalah bahan pengawet yang umum ditemukan di kosmetik, lotion, dan produk pembersih. Mirip dengan BPA, paraben juga bisa bertindak seperti estrogen dalam tubuh. Meskipun penelitian masih terbatas, beberapa studi menunjukkan paraben dapat mengubah kadar hormon reproduksi dan tiroid. Untuk amannya, periksa label produk dan hindari bahan yang berakhiran 'paraben', seperti methylparaben atau propylparaben. Banyak pengecer kini sudah melarang paraben, tapi tetap cermat memilih.

5. PFAS pada Alat Masak Anti Lengket

PFAS atau 'bahan kimia abadi' sangat sulit terurai dan banyak digunakan pada peralatan masak anti lengket, tekstil anti air, dan wadah makanan tahan panas. Paparan PFAS hampir tidak bisa dihindari karena sudah mencemari lingkungan. Bahan ini dikaitkan dengan gangguan kesuburan, termasuk penurunan kualitas sperma dan fungsi ovarium. Gantilah peralatan masak anti lengket yang tergores dengan bahan lebih aman seperti stainless steel atau besi cor.

Meskipun faktor usia tetap menjadi penentu utama kesuburan, meminimalkan paparan bahan kimia di rumah adalah langkah bijak yang bisa Bunda lakukan. Mulailah dengan mengganti produk-produk yang berpotensi berbahaya dengan alternatif yang lebih alami. Dengan begitu, Bunda tidak hanya melindungi diri sendiri, tapi juga calon buah hati di masa depan.

Reporter: Anisa Wahyuni