Pernahkah kamu membayangkan seorang aktor populer yang biasa menghabiskan waktu 15-16 jam sehari di lokasi syuting, kini harus bangun subuh untuk memotong sayur dan menjajakannya di pasar tradisional? Itulah yang dialami Xu Peng, aktor berusia 30 tahun yang namanya melambung lewat drama pendek vertikal (vertical short drama) di Tiongkok.

Dari Panggung ke Pasar

Xu Peng memutuskan untuk menghentikan sementara kariernya di dunia hiburan dan kembali ke kampung halamannya di pedesaan Provinsi Shandong. Kini, ia menjalani hari-harinya sebagai penjual sayur di pasar. Keputusan ini bukan tanpa alasan. Ia mengaku bahwa tawaran aktingnya hampir sepenuhnya lenyap setelah Maret 2025, seiring melesatnya produksi drama berbasis AI.

Setiap pagi, Xu Peng mengendarai mobil listrik milik keluarganya untuk mengangkut hasil panen sayuran dari kakeknya ke pasar. Meski banyak kerabat dan teman yang heran dengan pilihannya, ia tak ambil pusing. "Menjadi aktor hanyalah sebuah pekerjaan. Kalau tidak ada peran yang bisa dimainkan, saya akan mencari cara lain untuk mencari nafkah. Selama saya bekerja keras dan mencari rezeki dengan jujur, tidak ada rintangan yang tidak bisa saya lewati," ujarnya.

AI Menggerus Peluang Aktor

Fenomena ini tidak terjadi begitu saja. Laporan dari berbagai media menyebutkan bahwa pada kuartal pertama 2026, dari sekitar 128.000 drama mikro yang dirilis, sebanyak 122.000 judul diproduksi dengan bantuan AI. Artinya, hampir 95% konten baru di industri drama pendek Tiongkok kini mengandalkan teknologi. Hal ini tentu memangkas biaya produksi secara drastis, namun juga mengurangi kebutuhan akan aktor manusia.

Xu Peng sendiri dikenal luas melalui perannya sebagai CEO dingin dan dominan di berbagai drama mikro. Di puncak kariernya, ia bisa syuting hingga 16 jam sehari. Namun, ketika AI mulai mengambil alih, peluang kerja baginya seketika menipis. Alih-alih berlarut dalam kekecewaan, ia memilih untuk tetap produktif dengan membantu usaha pertanian keluarga.

Dukungan Warganet dan Penggemar

Kisah Xu Peng yang kini berjualan sayur pun viral di media sosial. Foto dan video dirinya bekerja di pasar beredar luas dan menuai pujian dari warganet yang mengapresiasi sikap rendah hati serta semangatnya untuk tetap bekerja secara jujur. Tak sedikit penggemar yang datang langsung ke pasar untuk memberikan dukungan moral.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perubahan zaman bisa datang kapan saja. Industri yang tadinya menjanjikan bisa berubah drastis dalam sekejap. Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapi perubahan tersebut—dengan tetap rendah hati, pekerja keras, dan terbuka pada peluang baru, seperti yang dilakukan Xu Peng.

Reporter: Fadila Utami