Bunda atau anggota keluarga ada yang berminat melanjutkan studi S2, S3, atau program spesialis lewat beasiswa LPDP? Saatnya bersiap, karena pendaftaran Tahap II tahun 2026 resmi dibuka mulai 30 Juni hingga 31 Juli 2026. Program ini memberikan kesempatan emas untuk kuliah di universitas terbaik dalam dan luar negeri dengan biaya penuh dari pemerintah.
Satu pertanyaan yang sering muncul, terutama bagi yang sudah berkeluarga: apakah boleh membawa suami/istri dan anak selama studi? Jawabannya: boleh! LPDP bahkan menyediakan tunjangan khusus keluarga dengan syarat tertentu.
Dua Program Utama LPDP 2026
Tahun ini LPDP kembali menawarkan dua program besar: Beasiswa STEM Industri Strategis dan Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics). Selain itu, ada juga Beasiswa Akselerasi di Universitas Unggulan, Keolahragaan, serta Talenta Riset dan Inovasi Nasional lewat jalur Doctor by Research.
Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, menegaskan bahwa fokus pendanaan kini lebih diarahkan pada bidang yang mendukung pembangunan industri strategis nasional. Sekitar 80% alokasi beasiswa diprioritaskan untuk bidang STEM dan STEM-related, sementara maksimal 20% untuk bidang SHARE.
Bidang STEM Industri Strategis mencakup sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi (termasuk AI dan semikonduktor), kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur, material maju, hingga kewirausahaan dan industri kreatif. Sementara STEM-related meliputi bisnis, ekonomi, hukum, dan kebijakan publik yang mendukung industri strategis. Di sisi lain, bidang SHARE tetap penting untuk memperkuat pembangunan manusia melalui ilmu sosial, ekonomi, budaya, pendidikan, kebijakan publik, dan studi keagamaan.
Persyaratan yang Dipermudah
Pada seleksi Tahap II 2026, LPDP melakukan sejumlah penyesuaian kebijakan yang lebih ramah bagi calon pendaftar. Salah satu perubahan terbesar adalah pelonggaran syarat kemampuan bahasa Inggris. Peserta yang sudah memiliki Letter of Acceptance (LoA) Unconditional tidak diwajibkan melampirkan sertifikat bahasa, baik untuk studi dalam maupun luar negeri.
Bagi yang belum punya LoA, LPDP menambah pilihan sertifikat yang diakui. Untuk tujuan luar negeri, kini bisa menggunakan hasil tes Duolingo. Sedangkan untuk dalam negeri, tersedia opsi sertifikat dari pusat bahasa perguruan tinggi dan TOEP.
Kemudahan juga diberikan kepada peserta afirmasi, termasuk Putra-Putri Papua yang tidak diwajibkan memenuhi IPK minimum atau sertifikat bahasa Inggris. Selain itu, daftar perguruan tinggi tujuan diperluas dari 17 menjadi 31 kampus, dengan 14 universitas tambahan khusus program studi STEM.
Bawa Keluarga? Bisa, dengan Tunjangan Khusus
Penerima beasiswa LPDP diizinkan membawa keluarga tinggal bersama selama masa studi, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, tunjangan keluarga hanya diberikan bagi penerima program doktor (S3), dokter spesialis, dan dokter subspesialis.
LPDP memberikan Dana Tunjangan Keluarga untuk maksimal dua orang anggota keluarga, yaitu pasangan (suami/istri) dan anak. Besarnya tunjangan masing-masing 25% dari dana hidup bulanan (living allowance) yang diterima penerima beasiswa. Jadi, jika kamu membawa pasangan dan satu anak, keduanya bisa mendapat tambahan 25% masing-masing dari living allowance-mu.
Penting dicatat: orangtua, saudara, kerabat, atau asisten rumah tangga yang ikut tidak berhak atas tunjangan ini. Tunjangan keluarga mulai diberikan sejak anggota keluarga benar-benar pindah dan menetap di kota atau negara tujuan studi. Jika kemudian mereka kembali ke Indonesia atau tidak lagi tinggal di lokasi studi, kamu wajib melaporkan ke LPDP karena pembayaran tunjangan akan dihentikan.
Pengajuan dana tunjangan keluarga memiliki batas waktu maksimal tiga bulan setelah kamu dinyatakan lulus seleksi. Dokumen yang perlu dilampirkan antara lain kartu keluarga, surat nikah, akta kelahiran anak, bukti perpindahan domisili, dan dokumen keimigrasian bagi penerima beasiswa luar negeri.
Biaya yang Ditanggung LPDP
Beasiswa LPDP tidak hanya menanggung biaya kuliah, tapi juga berbagai kebutuhan penunjang studi. Dana pendidikan meliputi biaya pendaftaran, uang kuliah (tuition fee), tunjangan buku, dana penelitian tesis/disertasi, seminar internasional, hingga publikasi jurnal internasional.
Sementara dana pendukung mencakup tiket transportasi, biaya visa atau residence permit, asuransi kesehatan, dana hidup bulanan, settlement allowance, dana darurat, dan program pengayaan bahasa bagi peserta afirmasi.
Besaran living allowance berbeda tergantung negara tujuan. Sebagai gambaran, penerima beasiswa di Amerika Serikat bisa mendapat sekitar Rp28,6 juta hingga Rp42,1 juta per bulan, sedangkan di Inggris sekitar Rp28,4 juta per bulan. Dengan tambahan tunjangan keluarga, kamu bisa lebih tenang menjalani studi bersama orang-orang tercinta.