Merawat anak kucing yang baru lahir tanpa induk memang menantang, tapi bukan tidak mungkin. Kamu harus siap menggantikan peran induk sepenuhnya, mulai dari menjaga kehangatan, memberi nutrisi, hingga membantu mereka buang air. Anak kucing neonatal sangat bergantung pada kita di minggu-minggu pertama kehidupannya.

1. Jaga Kehangatan dan Lingkungan yang Nyaman

Anak kucing baru lahir belum bisa mengatur suhu tubuhnya sendiri. Mereka sangat rentan terhadap kedinginan hingga usia tiga minggu. Berikut cara menjaga mereka tetap hangat:

  • Siapkan kotak atau kandang khusus yang dilapisi selimut lembut. Letakkan botol air hangat yang dibungkus handuk di antara lapisan selimut untuk sumber panas ekstra.
  • Tempatkan kandang di area bebas angin dan jaga suhu ruangan sekitar 29°C. Pastikan ada area tanpa sumber panas agar anak kucing bisa berpindah jika kepanasan.
  • Hindari penggunaan heating pad karena risiko overheating. Lebih baik gunakan botol air hangat yang dibungkus handuk.
  • Batasi interaksi dengan orang lain selama empat minggu pertama untuk mengurangi stres pada anak kucing.

2. Berikan Nutrisi Pengganti Susu Induk yang Tepat

Nutrisi adalah kunci utama. Jangan pernah memberikan susu sapi karena bisa menyebabkan diare. Gunakan susu formula khusus anak kucing (KMR) yang tersedia di toko hewan. Berikut panduan pemberian makan:

  • Posisikan anak kucing tengkurap saat menyusu, jangan telentang, untuk mencegah susu masuk ke paru-paru.
  • Pada minggu pertama, beri makan setiap 2–3 jam, termasuk malam hari. Setelah itu, interval bisa diperpanjang menjadi 4 jam.
  • Pastikan lubang dot tidak terlalu besar agar anak kucing tidak tersedak. Biarkan mereka menyusu dengan kecepatan sendiri.
  • Mulai perkenalkan makanan padat (wet food khusus kitten) pada usia 3–4 minggu dengan mencampurnya sedikit KMR.
  • Pastikan makanan mengandung taurin yang penting untuk kesehatan jantung dan mata kucing.

3. Bantu Buang Air, Jaga Kebersihan, dan Sosialisasi Dini

Tanpa induk, kamu harus membantu anak kucing buang air setelah setiap kali makan. Gunakan kapas atau kain lembut yang dibasahi air hangat, lalu usap perlahan area genital dan anusnya. Ini meniru jilatan induk kucing. Selain itu:

  • Bersihkan tubuh anak kucing dengan kain lembab jika kotor. Jangan memandikannya sampai usia lebih besar.
  • Mulai sosialisasi secara perlahan setelah usia 2 minggu dengan mengajak bicara lembut atau mengelusnya.
  • Perkenalkan kotak pasir setelah mereka mulai makan padat, sekitar usia 4 minggu.

Dengan kesabaran dan perawatan yang tepat, anak kucing yatim bisa tumbuh sehat dan menjadi teman setia. Jangan ragu berkonsultasi dengan dokter hewan jika ada masalah.

Reporter: Mutiara Salimah